PLAY PODCASTS
Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project

5,053 episodes — Page 87 of 102

Riyaadhushshaalihiin 133. "ALLAH BERSAMA DIRIMU"

133. ALLAH BERSAMA DIRIMU Riyaadhushshaalihiin Bab 5 Pembahasan: Muroqobatullah Allah berfirman, هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hadid: 4) ---

Sep 15, 20201h 5m

Riyaadhushshaalihiin 132. "KAMU DILIHAT-NYA"

132. KAMU DILIHAT-NYA Riyaadhushshaalihiin Bab 5 Pembahasan: Muroqobatullah Allah berfirman, وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّٰجِدِينَ Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), Dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. (QS. Asy-Syu’ara: 217-219)

Sep 15, 20201h 3m

Riyaadhushshaalihiin 131. "MUROQOBAH"

131. MUROQOBAH Riyaadhushshaalihiin Bab 5  Pembahasan: Muroqobah

Sep 15, 202049 min

Riyaadhushshaalihiin 130. "WHITE LIES?"

130. WHITE LIES?  Riyaadhushshaalihiin  Bab 4  Pembahasan: Jujur ---

Sep 15, 202050 min

Riyaadhushshaalihiin 129. "DOA MEMINTA KEJUJURAN"

129. DOA MEMINTA KEJUJURAN Riyaadhushshaalihiin Bab 4  Pembahasan: Jujur

Sep 15, 202047 min

Riyaadhushshaalihiin 128. "RESEP MERAIH CITA - CITA"

128. RESEP MERAIH CITA-CITA Riyaadhushshaalihiin Bab 4 Pembahasan: Kilas Balik Bab Jujur Telah mengabarkan kepada kami Suwaid bin Nashr dia berkata; telah memberitakan kepada kami 'Abdullah dari Ibnu Juraij dia berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Ikrimah bin Khalid bahwasanya Ibnu Abu 'Ammar mengabarkan kepadanya dari Syaddad bin Al Had bahwa seorang laki-laki dari seorang badui datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia beriman dan mengikuti beliau. Kemudian dia berkata, "Aku akan berhijrah bersama engkau?" beliau berwasiat dengan orang tersebut kepada sebagian sahabat beliau. Setelah terjadi perang, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) berupa tawanan, beliau membagikan dan membagi untuknya, lalu beliau memberikan kepada para sahabat beliau sesuatu yang beliau bagi untuknya dan ia sendiri sedang mengatur urusan mereka. Setelah ia datang, ia memberikannya kepada orang itu, lalu ia berkata; "Apa ini?" mereka menjawab; "Bagian yang telah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bagi untukmu." Kemudian ia mengambilnya dan membawanya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu bertanya; "Apa ini?" beliau bersabda: 'Aku telah membaginya untukmu.' Ia berkata; "Bukan untuk hal ini aku mengikuti engkau. Tapi aku mengikuti engkau agar aku dilemparkan ke sini -ia mengisyaratkan tombaknya ke tenggorokannya- lalu aku mati dan masuk surga." beliau bersabda: "Jika jujur kepada Allah, niscaya Allah akan membalas sikap kejujuranmu." Lalu mereka diam sejenak, kemudian bangkit melawan musuh, orang tersebut dibawa ke tempat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan cara diangkut, ia terkena tombak yang diisyaratkan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah ia orangnya?!" mereka menjawab; "ya." Beliau bersabda: "Dia benar dalam berjanji kepada Allah, Allah membalasnya dengan kebenaran." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengkafaninya dengan jubah beliau shallallahu 'alaihi wasallam, beliau mengajukan dan menshalatkannya. Do'a yang nampak dalam Shalat beliau yaitu, "Ya Allah, inilah hamba-Mu, ia telah keluar jihad di jalan-Mu, lalu ia terbunuh dalam keadaan Syahid, aku menjadi saksi atas hal tersebut." (HR. An Nasa’i)

Sep 15, 202054 min

Riyaadhushshaalihiin 127. "MERAJUT HIKMAH BAB JUJUR"

127. MERAJUT HIKMAH BAB JUJUR Riyaadhushshaalihiin Bab: 4 Pembahasan: Jujur --

Sep 15, 20201h 3m

Riyaadhushshaalihiin 126. "JUJUR ITU BERKAH"

126. JUJUR ITU BERKAH  Riyaadhushshaalihiin Bab 4 Hadits 60 Pembahasan: Jujur Hadits Abu Khalid Hakim bin Hizam -radhiyallahu’anhu  Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda,  اَلْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا  “Penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih untuk membatalkan transaksi (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila keduanya berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan pada transaksi mereka berdua” (HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532)

Sep 15, 202054 min

Riyaadhushshaalihiin 125. "KETIDAKJUJURAN MEMBUAT AMAL IBADAH TERTOLAK"

125. KETIDAKJUJURAN MEMBUAT AMAL IBADAH TERTOLAK Riyaadhushshaalihiin Bab 4 Hadits 59 Pembahasan: Jujur Hadits Abu Hurairah -radhiyallahu'anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Abu Hurairah -radhiyallahu'anhu., ia berkata : “Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Ada salah seorang di antara para Nabi sewaktu akan berangkat perang, ia berpesan kepada kaumnya : “Janganlah sekali-kali mengikuti aku, yaitu seseorang yang baru menikahi seorang wanita, sedangkan dia ingin menikmati malam pertama dengannya dan belum menikmatinya. Seorang laki-laki yang telah membangun rumah, sedangkan ia belum menegakkan atapnya. Dan seseorang yang telah membeli kambing atau unta-unta bunting, dan ia menunggu kelahiran anaknya .” Kemudian Nabi berangkat berperang, lalu dia tiba dekat perkamupungan (musuh) di waktu (akhir) Shalat Ashar atau dekat dari waktu itu, maka Nabi itu bersabda kepada matahari : “Wahai matahari, sesungguhnya engkau diperintah Allah Subhanahu wa Ta'ala (untuk terbenam) dan aku pun diperintah (untuk menaklukkan kampung tersebut di waktu siang). Ya Allah, tahanlah ia untuk membantu kami.” Maka tertahanlah matahari itu, hingga Allah memberikan kemenangan kepada Nabi itu. Maka dia mengumpulkan harta rampasan kemudian datanglah api untuk melalapnya, namun ternyata api itu tidak memakannya. Maka Nabi itu berkata: 'Sesungguhnya terjadi ghulul di tengah-tengah kalian, maka hendaklah dari kabilah ada seseorang yang membai'atku.' Maka menempellah tangan seseorang dengan tangan Nabi itu. Maka Nabi itu berkata, 'Di tengah-tengah kalian ada ghulul, maka hendaklah kabilahmu membai'atku.' Maka melekatlah tangan dua atau tiga orang dengan tangannya. Maka dia berkata, 'Pada diri kalian ada ghulul.' Maka mereka datang dengan membawa sebuah kepala mirip sapi dari emas. Dia meletakkannya, maka datanglah api dan melalapnya. Ghanimah tidak halal bagi siapa pun sebelum kita. Kemudian Allah menghalalkan ghanimah bagi kita, tatkala Dia melihat kelemahan dan ketidakmampuan kita, Dia menghalalkannya untuk kita." (Muttafaq 'alaih)

Sep 15, 20201h 10m

Riyaadhushshaalihiin 124. "MENDAPATKAN PAHALA SYAHID"

124. MENDAPATKAN PAHALA SYAHID Riyaadhushshaalihiin Bab 4 Hadits 58 Pembahasan: Jujur Hadits Abu Tsabit, Sahl Bin Hunaif -radhiyallahu'anhuma (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Abu Tsabit, ada yang mengatakan, Abu Sa’id dan ada juga yang mengatakan Abu al-Walid, Sahl bin Hunaif -radhiallahu 'anhu-, yaitu seorang sahabat yang ikut perang Badar. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala kematian secara syahid dengan jujur, maka Allah akan menyampaikannya kepada derajat orang-orang yang mati syahid, sekalipun dia meninggal di atas tempat tidurnya.“ (HR. Muslim)

Sep 15, 20201h 2m

Riyaadhushshaalihiin 123. "PERINTAH ITU BERNAMA KEJUJURAN"

123. PERINTAH ITU BERNAMA KEJUJURAN Riyaadhushshaalihiin Bab 4 Hadits 57 Pembahasan: Jujur Hadits Abu Sufyan Shakhr bin Harb -radhiyallahu'anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Abu Sufyan Shahr bin Harb radhiyallahu'anhu., di dalam haditsnya yang panjang tentang kisah Kaisar Heraklius, "Heraklius berkata 'Apa saja dia -maksudnya  Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam- perintahkan kepada kamu ?' Abu Sufyan berkata : “Saya katakan, Dia berkata : “Sembahlah Allah semata, janganlah kalian menyekutukanNya dengan-Nya apa pun, tinggalkanlah apa yang diucapkan oleh nenek moyang kalian. Dan dia memerintahkan kami untuk shalat, jujur, memelihara kesucian diri, dan silaturahim.” (Muttafaq 'alaih)

Sep 15, 20201h 4m

Riyaadhushshaalihiin 122. "KEJUJURAN ADALAH KETENANGAN"

122. KEJUJURAN ADALAH KETENANGAN Riyaadhushshaalihiin Bab 4 Hadits 56 Pembahasan: Jujur Hadits Abu Muhammad Al Hasan Bin Abu Thalib -radhiyallahu'anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib, ia berkata: “Aku telah hafal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu’. Karena sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan kedustaan adalah keraguan” (HR. at-Tirmidzi, Hadits hasan shahîh)

Sep 14, 20201h 6m

Riyaadhushshaalihiin 121. "KEJUJURAN -> SURGA, BOHONG -> NERAKA"

121. KEJUJURAN - SURGA, BOHONG - NERAKA Riyaadhushshaalihiin Bab 4: Jujur Hadits 55 | Hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu  Dari  Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan menghantarkan ke dalam surga. Tidaklah seseorang berbuat jujur hingga Allah mencatatnya sebagai orang yang selalu jujur. Dan berbohong itu membawa kepada kejelekan, dan kejelekan itu menghantarkan ke dalam neraka. Sungguh seseorang terbiasa bohong hingga Allah mencatatnya sebagai seorang pembohong.” (Muttafaq 'alaih)

Sep 14, 20201h 2m

Riyaadhushshaalihiin 120. "JIKA MEREKA JUJUR KEPADA ALLAH"

120. JIKA MEREKA JUJUR KEPADA ALLAH Bab 4 / Jujur Allah berfirman, طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَّعْرُوفٌ ۚ فَإِذَا عَزَمَ ٱلْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا۟ ٱللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ  "Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. " (QS. Muhammad: 21)

Sep 14, 202058 min

Riyaadhushshaalihiin 119. "JUJUR = AMPUNAN & PAHALA BERLIMPAH"

119. JUJUR = AMPUNAN & PAHALA BERLIMPAH Riyaadhushshaalihiin Bab 4 /Jujur Allah berfirman, إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35) --

Sep 14, 20201h 5m

Riyaadhushshaalihiin 118. "BERGABUNG BERSAMA ORANG - ORANG JUJUR"

118. BERGABUNG BERSAMA ORANG-ORANG JUJUR Riyaadhushshaalihiin Bab 4 / Jujur Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ  "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." (QS. At-Taubah: 119)

Sep 14, 20201h 0m

Riyaadhushshaalihiin 117. "ARTI DARI SEBUAH KEJUJURAN"

117. ARTI DARI SEBUAH KEJUJURAN Riyaadhushshaalihiin Bab 4 / Jujur

Sep 14, 202054 min

Riyaadhushshaalihiin 114. "KIAT-KIAT SABAR #1"

114. KIAT-KIAT SABAR Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar

Sep 14, 202056 min

Riyaadhushshaalihiin 115. "KIAT-KIAT SABAR #2"

115. KIAT-KIAT SABAR #2 Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar

Sep 14, 202055 min

Riyaadhushshaalihiin 116. "KIAT-KIAT SABAR #3"

116. KIAT-KIAT SABAR #3 Riyaadhushshaalihiin Bab 3 / Sabar

Sep 14, 20201h 12m

Riyaadhushshaalihin 111. "SABAR SAMPAI BERJUMPA DI TELAGA"

111. SABAR SAMPAI BERJUMPA DI TELAGA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 53 Hadits Abu Yahya Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Abu Yahya, Usaid bin Hudhair radhiallahu ‘anhu berkata bahwa seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau tidak mengangkatku sebagai pengawal, sebagaimana engkau mengangkat fulan?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab,  إِنَّكُمْ سَتَلَقَّوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلَقَّوْنِي عَلىَ الْحَوْضِ “Setelah aku meninggal, kalian akan menjumpai sikap mengutamakan kepentingan pribadi, maka bersabarlah kalian sampai kalian berjumpa denganku di Al-Haudh (telaga).”  (Muttafaq ‘alaih)

Sep 14, 202049 min

Riyaadhushshaalihiin 113. "SELAYANG PANDANG BAB SABAR"

113. SELAYANG PANDANG BAB SABAR Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar

Sep 14, 20201h 2m

Riyaadhushshaalihiin 112. "MINTALAH KESELAMATAN"

111. SABAR SAMPAI BERJUMPA DI TELAGA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 53 Hadits Abu Yahya Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Abu Yahya, Usaid bin Hudhair radhiallahu ‘anhu berkata bahwa seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau tidak mengangkatku sebagai pengawal, sebagaimana engkau mengangkat fulan?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab,  إِنَّكُمْ سَتَلَقَّوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلَقَّوْنِي عَلىَ الْحَوْضِ “Setelah aku meninggal, kalian akan menjumpai sikap mengutamakan kepentingan pribadi, maka bersabarlah kalian sampai kalian berjumpa denganku di Al-Haudh (telaga).”  (Muttafaq ‘alaih)

Sep 14, 202050 min

Riyaadhusshaalihin 110. "MENGHADAPI ORANG ZHALIM"

110. MENGHADAPI ORANG ZHALIM Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 52 Hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Ibnu Mas’ud  radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,  “Sesungguhnya akan ada sesudahku sikap atsarah dan hal-hal lain yang kalian ingkari.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lalu apa yang Anda perintahkan kepada kami?” Beliau bersabda, “Tunaikanlah hak yang menjadi kewajiban kalian dan mintalah kepada Allah apa yang menjadi hak kalian.” (Muttafaq ‘alaih)

Sep 14, 20201h 5m

Riyaadhusshaalihin 109. "MENYIKAPI SIKAP BODOH"

109. MENYIKAPI SIKAP BODOH Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 51 Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, "Uyainah bin Hishn dan singgah di rumah keponakannya, Al-Hurr bin Qais. Al-Hurr termasuk orang yang dekat dengan Umar Radhiallahu 'anhu. Para Qurra' (orang-orang yang hafal Al-Qur'an), yang muda atau yang tua, adalah anggota majelis syura Umar Radhiallaahu 'anhu. Uyainah berkata kepada Al-Hurr, "Hai keponakanku, kau dekat dengan Umar, mintalah kepadanya agar ia mengizinkanku bertemu dengannya." Al-Hurr memintakan izin, dan Umar pun memberi izin. Ketika sudah berada dalam ruangan Umar, Uyainah berkata, "Celakalah engkau, wahai Umar, engkau tidak memberikan kepada kami bagian yang cukup, dan tidak memberikan keputusan secara adil." Mendengar itu, Umar marah, hingga hendak memukulnya. Namun Al-Hurr berkata, "Wahai Amirul Mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A'raf: 199) Sedangkan orang ini termasuk orang yang bodoh. Demi Allah, Umar tidak berani melanggar ayat itu ketika dibacakan kepadanya. Memang, dia adalah orang yang selalu berpedoman kepada Al-Qur'an." (HR. Bukhari)

Sep 14, 20201h 1m

Riyadhusshaalihin 108. "MENINGGAL TANPA MENYISAKAN DOSA"

108. MENINGGAL TANPA MENYISAKAN DOSA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 50 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ تَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ “Senantiasa mendapat cobaan pada seorang mukmin dan mukminah, baik dari dirinya, anaknya, dan hartanya, hingga ia berjumpa Allah subhanahu wa ta’ala dalam keadaan tiada membawa dosa padanya.” (HR. at-Tirmidzi, no.2399)

Sep 14, 202046 min

Riyadhusshaalihin 107. "JANGAN MARAH"

107. JANGAN MARAH Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 49 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ رَوَاهُ البُخَارِي Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.”  (HR. Bukhari, no. 6116)

Sep 14, 202059 min

Riyadhusshaalihin 106. "BEBAS MEMILIH BIDADARI"

106. BEBAS MEMILIH BIDADARI Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 48 Hadits Mu'adz bin Anas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani).

Sep 14, 202043 min

Riyadhusshaalihin 105. "TIPS MEREDAM MARAH"

105. TIPS MEREDAM MARAH Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 47 Hadits Sulaiman bin Shurad radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Sulaiman bin Shurad radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, "Aku pernah duduk bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, dan pada waktu itu ada dua orang saling mencela, salah seorang dari keduanya telah memerah wajahnya dan membesar urat-urat lehernya. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, 'Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang seandainya dia mengucapkannya, tentu hilanglah darinya apa yang sedang dia rasakan, andaikan saja dia membaca, 'Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk,' tentu akan hilang darinya apa yang sedang dia rasakan.' Maka orang-orang berkata kepadanya, 'Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, 'Berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk'." (Muttafaq 'alaih)

Sep 14, 202052 min

Riyadusshaalihin 104. "KEKUATAN SEJATI"

104. KEKUATAN SEJATI Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 46 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Kata Nabi shallallahu’alaihiwasallam, “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ“ “Orang yang kuat bukanlah jago gulat, namun orang yang kuat adalah yang mampu menahan diri manakala marah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sep 14, 20201h 1m

Riyadhusshaalihin 103. "JANGAN JADI BEBAN BAGI SUAMI"

103. JANGAN JADI BEBAN BAGI SUAMI Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 45 Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Anas bin Malik Rodiyallahu ‘anh meriwayatkan bahwa seorang anak dari Abu Thalhah sakit. Ketika Abu Thalhah keluar, anak itu meninggal. Ketika Abu Thalhah kembali, dia bertanya, “Bagaimana anakku?’ Ummu Sulaim menjawab, “Ia dalam kondisi sangat tenang,” seraya menghidangkan makan malam kepadanya, dan dia pun makan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ummu Sulaim berkata, “Jangan beritahukan kepada Abu Thalhah tentang kmatian anaknya.” Kemudian ia melakukan tugasnya sebagai istri kepada suaminya, lalu suaminya berhubungan intim dengannya. Ketika akhir malam, ia berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaiman pendapatmu bila keluarga si fulan meminjam suatu pinjaman, lalu memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta, mereka tidak suka?” Ia menjawab, “Mereka tidak adil.” Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu, fulan, adalah pinjaman dari Allah dan Dia telah mengambilnya.” Abu Thalhah beristirja’ (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaaa ilaihi raaji’uun) dan memuji Allah seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.” Pada pagi harinya, dia datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam. Tatkala beliau melihatnya, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahi kalian berdua di malam hari kalian.’ Keberkahan itu, sejak malam itu, mencakup ‘Abdullah bin Abi Thalhah’, dan tidak ada pada kaum Anshar seorang pemuda yang lebih baik darinya. Dari ‘Abdullah tersebut lahirla banyak anak, dan Abdullah tidak meninggal sehingga dia dikaruniai sepuluh anak yang semuanya hafal Al-Qur’an, dan dia wafat di jalan Allah. (HR. Bukhari no. 5470 kitab al-‘Aqiiqah, Muslim no. 2144 kitab Fadhaa-ilush Shahaabah, Ahmad no. 11617)

Sep 14, 202051 min

Riyadhusshaalihin - 102. "TIPS MENENANGKAN PASANGAN KITA"

102. TIPS MENENANGKAN PASANGAN KITA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 45 Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Anas bin Malik Rodiyallahu ‘anh meriwayatkan bahwa seorang anak dari Abu Thalhah sakit. Ketika Abu Thalhah keluar, anak itu meninggal. Ketika Abu Thalhah kembali, dia bertanya, “Bagaimana anakku?’ Ummu Sulaim menjawab, “Ia dalam kondisi sangat tenang,” seraya menghidangkan makan malam kepadanya, dan dia pun makan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ummu Sulaim berkata, “Jangan beritahukan kepada Abu Thalhah tentang kematian anaknya.” Kemudian ia melakukan tugasnya sebagai istri kepada suaminya, lalu suaminya berhubungan intim dengannya. Ketika akhir malam, ia berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaiman pendapatmu bila keluarga si fulan meminjam suatu pinjaman, lalu memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta, mereka tidak suka?” Ia menjawab, “Mereka tidak adil.” Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu, fulan, adalah pinjaman dari Allah dan Dia telah mengambilnya.” Abu Thalhah beristirja’ (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaaa ilaihi raaji’uun) dan memuji Allah seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.” Pada pagi harinya, dia datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam. Tatkala beliau melihatnya, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahi kalian berdua di malam hari kalian.’ Keberkahan itu, sejak malam itu, mencakup ‘Abdullah bin Abi Thalhah’, dan tidak ada pada kaum Anshar seorang pemuda yang lebih baik darinya. Dari ‘Abdullah tersebut lahirla banyak anak, dan Abdullah tidak meninggal sehingga dia dikaruniai sepuluh anak yang semuanya hafal Al-Qur’an, dan dia wafat di jalan Allah. (HR. Bukhari no. 5470 kitab al-‘Aqiiqah, Muslim no. 2144 kitab Fadhaa-ilush Shahaabah, Ahmad no. 11617)

Sep 14, 202048 min

Riyadhusshaalihin 101. "SAAT SI KECIL WAFAT"

101. SAAT SI KECIL WAFAT Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 45 Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Anas bin Malik Rodiyallahu ‘anh meriwayatkan bahwa seorang anak dari Abu Thalhah sakit. Ketika Abu Thalhah keluar, anak itu meninggal. Ketika Abu Thalhah kembali, dia bertanya, “Bagaimana anakku?’ Ummu Sulaim menjawab, “Ia dalam kondisi sangat tenang,” seraya menghidangkan makan malam kepadanya, dan dia pun makan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ummu Sulaim berkata, “Jangan beritahukan kepada Abu Thalhah tentang kmatian anaknya.” Kemudian ia melakukan tugasnya sebagai istri kepada suaminya, lalu suaminya berhubungan intim dengannya. Ketika akhir malam, ia berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaiman pendapatmu bila keluarga si fulan meminjam suatu pinjaman, lalu memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta, mereka tidak suka?” Ia menjawab, “Mereka tidak adil.” Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu, fulan, adalah pinjaman dari Allah dan Dia telah mengambilnya.” Abu Thalhah beristirja’ (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaaa ilaihi raaji’uun) dan memuji Allah seraya mengatakan, “Demi Allah, aku tidak membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.” Pada pagi harinya, dia datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi was sallam. Tatkala beliau melihatnya, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahi kalian berdua di malam hari kalian.’ Keberkahan itu, sejak malam itu, mencakup ‘Abdullah bin Abi Thalhah’, dan tidak ada pada kaum Anshar seorang pemuda yang lebih baik darinya. Dari ‘Abdullah tersebut lahirla banyak anak, dan Abdullah tidak meninggal sehingga dia dikaruniai sepuluh anak yang semuanya hafal Al-Qur’an, dan dia wafat di jalan Allah. (HR. Bukhari no. 5470 kitab al-‘Aqiiqah, Muslim no. 2144 kitab Fadhaa-ilush Shahaabah, Ahmad no. 11617)

Sep 14, 202048 min

Riyadhusshaalihin 100. "JIKA ALLAH MENCINTAIMU"

100. JIKA ALLAH MENCINTAIMU Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 44 Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Anas radhiyallahu ‘anhu., berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, bersabda: "Jikalau Allah menghendaki kebaikan bagi hambaNya, maka Dia menyegerakan hukuman untuknya di dunia, tetapi apabila Allah menghendaki keburukan bagi hambaNya, Dia menahan hukuman darinya karena dosanya hingga Dia membalasnya dengan sempurna pada Hari Kiamat." Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. bersabda - juga riwayat Anas radhiyallahu ‘anhu.: "Sesungguhnya besarnya balasan pahala itu tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya bila Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, pasti Dia menguji mereka; barangsiapa yang ridha, maka dia akan mendapatkan ridha dari Allah dan barangsiapa yang murka, maka dia akan memperoleh kemurkaan Allah." (HR.Tirmidzi dan beliau mengatakan bahwa ini Hadits hasan)

Sep 14, 202041 min

Riyadhusshaalihin 99. "SABAR KETIKA DINILAI ORANG LAIN"

99. SABAR KETIKA DINILAI ORANG LAIN Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 43 Hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu., katanya: "Ketika hari peperangan Hunain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. melebihkan - mengutamakan - beberapa orang dalam pemberian pembagian - harta rampasan, lalu mem-berikan kepada al-Aqra' bin Habis seratus ekor unta dan memberikan kepada 'Uyainah bin Hishn seperti itu pula - seratus ekor unta, juga memberikan kepada orang-orang yang termasuk bangsawan Arab dan mengutamakan dalam cara pembagian kepada mereka tadi. Kemudian ada seoranglelaki berkata: "Demi Allah, pembagian secara ini, sama sekali tidak ada keadilannya dan agaknya tidak dikehendaki untuk mencari keridhaan Allah." Saya lalu berkata: "Demi Allah, hal ini akan saya beritahukan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam." Saya pun mendatanginya terus memberitahukan kepadanya tentang apa-apa yang dikatakan oleh orang itu. Maka berubahlah warna wajah beliau sehingga menjadi semacam sumba merah - merah padam karena marah - lalu bersabda: "Siapakah yang dapat dinamakan adil, jikalau Allah dan RasulNya dianggap tidak adil juga." Selanjutnya beliau bersabda: "Allah merahmati Nabi Musa. Ia telah disakiti dengan cara yang lebih sangat dari ini, tetapi ia tetap sabar." Saya sendiri berkata: "Ah, semestinya saya tidak memberitahukan dan saya tidak akan mengadukan lagi sesuatu pembicaraanpun setelah peristiwa itu kepada beliau lagi." (Muttafaq 'alaih)

Sep 14, 20201h 12m

Riyadhusshaalihin 98. "KALIAN SUKA TERBURU-BURU"

98. KALIAN SUKA TERBURU-BURU Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 41 Hadits Abu Abdillah Khabbab bin al Aratt radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- وَهْوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ أَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا أَلاَ تَدْعُو اللَّهَ لَنَا قَالَ كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي الأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ، أَوْ عَصَبٍ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ اللَّهَ ، أَوِ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُون  Dulu kami berkeluh kesah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ketika itu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berbaring di atas bajunya di bawah naungan Ka’bah. Kami pun berkata, ‘Bagaimana jika engkau meminta tolong untuk kami? Bagaimana jika engkau berdoa untuk kebaikan kami?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Dulu ada seorang laki-laki di antara umat sebelum kalian digalikan untuknya lubang di tanah, kemudian dia dimasukkan ke dalamnya. Kemudian dibawakan kepadanya sebuah gergaji dan ditaruh di atas kepalanya dan dibelah tubuhnya menjadi dua bagian. Hal tersebut tidak menghalanginya dari agamanya (tidak murtad). Dan ada yang disisir dengan sisir-sisir besi di dalam dagingnya dan mengenai tulang atau ototnya. Hal tersebut tidak menghalanginya dari agamanya. Demi Allâh! Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan menyempurnakan urusan (agama) ini sehingga orang yang berkendara bisa berjalan dari Shan’aa’ hingga Hadhramaut dalam keadaaan tidak takut kecuali hanya takut kepada Allâh dan seseorang tidak lagi takut serigala memakan kambingnya. Akan tetapi kalian sangat tergesa-gesa.” (HR. Al-Bukhari)

Sep 14, 202054 min

Riyadhusshaalihin 97. "JANGAN MENGHARAPKAN KEMATIAN"

97. JANGAN MENGHARAPKAN KEMATIAN Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 40 Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمُ المَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا لِلْمَوْتِ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي “Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan, “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku. Dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.” (HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680)

Sep 14, 202049 min

Riyadhusshaalihin 96. "TANDA KEBAIKAN DARI ALLAH"

96. TANDA KEBAIKAN DARI ALLAH Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 40 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, من يرد الله به خيرا يصب منه “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR. Al-Bukhari)

Sep 14, 202056 min

Riyadhusshaalihin 95. "BERKAH DI TENGAH RASA SAKIT"

95. BERKAH DI TENGAH RASA SAKIT Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 39 Hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku pernah masuk ketempat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ketika beliau tengah menderita sakit panas, lalu aku bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau benar-benar menderita sakit panas yang sangat tinggi.” Beliau menjawab: “Benar,  sesungguhnya aku menderita sakit panas seperti yang dirasakan oleh dua orang (dilipatkan dua kali)  diantara kalian.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi: Itu berarti engkau mendapatkan dua pahala ? Beliau menjawab : “Benar, seperti itulah kiranya. Tidaklah seorang muslim tertimpa oleh suatu yang tidak menyenangkan, tertusuk duri atau yang lainnya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya. Dan dosanya akan berguguran sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Sep 14, 202047 min

Riyadhusshaalihin 94. "KESEDIHAN ADALAH PENGGUGUR DOSA"

94. KESEDIHAN ADALAH PENGGUGUR DOSA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 38 Hadits Abu Sa'id & Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Abu Sa'id Al-Khudri dan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573.

Sep 14, 202054 min

Riyadhusshaalihin 92. "WANITA SURGA"

92. WANITA SURGA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 36 Hadits Atha' bin Abi Rabah radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) عَن عَطَاءُ بْنُ أَبِى رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عَبَّاسٍ أَلاَ أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى . قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ إِنِّى أُصْرَعُ ، وَإِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِى . قَالَ « إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ » . فَقَالَتْ أَصْبِرُ . فَقَالَتْ إِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ ، فَدَعَا لَهَا Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (HR. Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)

Sep 14, 202055 min

Riyadhusshaalihin 93. "YA ALLAH, AMPUNILAH MEREKA"

93. YA ALLAH, AMPUNILAH MEREKA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 37 Hadits Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) وعن أبي عبد الرحمانِ عبدِ الله بنِ مسعودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: كَأَنِّي أنْظُرُ إِلَى رسولِ الله - صلى الله عليه وسلم - يَحْكِي نَبِيًّا مِنَ الأَنْبِياءِ، صَلَواتُ الله وَسَلامُهُ عَلَيْهمْ، ضَرَبه قَوْمُهُ فَأدْمَوهُ، وَهُوَ يَمْسَحُ الدَّمَ عَنْ وَجْهِهِ، يَقُولُ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَومي، فَإِنَّهُمْ لا يَعْلَمونَ». مُتَّفَقٌ علَيهِ. Dari Abu Abdirahman Abdullah bin Mas’ud -Radhiyallahu 'anhu- berkata, ”seakan-akan saya melihat Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- sewaktu menceritakan salah seorang nabi dari para nabi –semoga shalawat Allah -Ta'ala- atas mereka-. Ketika nabi itu dipukuli oleh kaummya hingga berlumuran darah, dan ia mengusap darah dari wajahnya sambil berdoa, ”Ya Allah, ampunilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui” [Muttafaqun ‘alaihi]

Sep 14, 20201h 4m

Riyadhusshaalihin 91. "KEHILANGAN PENGLIHATAN"

91. KEHILANGAN PENGLIHATAN Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 35 Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ “Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan dua kekasihnya (kedua matanya), kemudian ia bersabar, niscaya Aku menggantikan keduanya (kedua matanya) dengan surga.” (HR. Bukhari no. 5653).

Sep 14, 202055 min

Riyadhusshaalihin 90. "ANTARA AZAB ATAU RAHMAT"

90. ANTARA AZAB ATAU RAHMAT Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 34 Hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) ‘Aisyah bertanya, “Ya Rasulullah, apa tha’un itu?” Nabi mengatakan: أَنَهُ كَانَ عَذَاباً يَبْعَثُهُ اللَّه تَعَالَى عَلَى منْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ تعالَى رحْمةً للْمُؤْمنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ في الطَّاعُون فَيَمْكُثُ في بلَدِهِ صَابِراً مُحْتَسِباً يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ “Bahwa tha’un itu ada yang Allah kirimkan kepada apa yang Allah kehendaki dari manusia ini. Tapi itu sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Dan tidaklah seorang hamba yang mengalami penyakit tha’un kemudian dia tinggal tetap di negerinya, tidak keluar, sabar dan mengharapkan ganjaran dari Allah dan dia meyakini bahwa tidak akan menimpa dia kecuali apa yang Allah sudah takdirkan bagi dia melainkan mainkan orang mukmin ini mendapatkan ganjaran seperti ganjaran orang yang mati syahid.” (HR. Imam Bukhari)

Sep 14, 202059 min

Riyadhusshaalihin 89. "SAAT DIA MENINGGALKANKU"

89. SAAT DIA MENINGGALKANKU Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 33 Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah ada balasan dari sisi-Ku untuk hamba-Ku yang beriman, jika aku ambil sosok yang ia sayangi dari ahli dunia, lalu dia bersabar mengharapkan pahala dari-Ku, kecuali balasannya adalah surga.” (HR. Bukhari)

Sep 14, 202047 min

Riyadhusshaalihin - 88. "WAKTU TERBAIK BERSABAR"

88. WAKTU TERBAIK BERSABAR Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 32 Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) Dari Anas bin Malik, beliau berkata, مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى » ”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.” Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)

Sep 14, 202059 min

Riyadhusshaalihin - 87. "SABARLAH BUNDA"

87. SABARLAH BUNDA Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 31 Hadits Shuhaib radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) عَنْ صُهَيْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «... Dari Shuhaib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ... .... Kemudian giliran pemuda tersebut yang didatangkan. Ia diperintahkan hal yang sama, “Kembalikan pada ajaranmu!” Ia pun enggan. Kemudian anak itu diserahkan kepada pasukan raja. Raja berkata, “Pergilah kalian bersama pemuda ini ke gunung ini dan itu. Lalu dakilah gunung tersebut bersamanya. Jika kalian telah sampai di puncaknya, lalu ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, lemparkanlah ia dari gunung tersebut.” Lantas pasukan raja tersebut pergi bersama pemuda itu lalu mendaki gunung. Lalu pemuda ini berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Gunung pun lantas berguncang dan semua pasukan raja akhirnya jatuh. Lantas pemuda itu kembali berjalan menuju raja. Ketika sampai, raja berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.” Lalu pemuda ini dibawa lagi bersama pasukan raja. Raja memerintahkan pada pasukannya, “Pergilah kalian bersama pemuda ini dalam sebuah sampan menuju tengah lautan. Jika ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, tenggelamkanlah dia.” Mereka pun lantas pergi bersama pemuda ini. Lalu pemuda ini pun berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Tiba-tiba sampan tersebut terbalik, lalu pasukan raja tenggelam. Pemuda tersebut kembali berjalan mendatangi raja. Ketika menemui raja, ia pun berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.” Ia pun berkata pada raja, “Engkau tidak bisa membunuhku sampai engkau memenuhi syaratku.” Raja pun bertanya, “Apa syaratnya?” Pemuda tersebut berkata, “Kumpulkanlah rakyatmu di suatu bukit. Lalu saliblah aku di atas sebuah pelepah. Kemudian ambillah anak panah dari tempat panahku, lalu ucapkanlah, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu panahlah aku karena jika melakukan seperti itu, engkau pasti akan membunuhku.” Lantas rakyat pun dikumpulkan di suatu bukit. Pemuda tersebut pun disalib di pelepah, lalu raja tersebut mengambil anak panah dari tempat panahnya kemudian diletakkan di busur. Setalah itu, ia mengucapkan, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu dilepaslah dan panah tersebut mengenai pelipisnya. Lalu pemuda tersebut memegang pelipisnya tempat anak panah tersebut menancap, lalu ia pun mati. Rakyat yang berkumpul tersebut lalu berkata, “Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut. Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut.” Raja datang, lantas ada yang berkata, “Apa yang selama ini engkau khawatirkan? Sepertinya yang engkau khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi. Manusia saat ini telah beriman pada Tuhan pemuda tersebut.” Lalu raja tadi memerintahkan untuk membuat parit di jalanan lalu dinyalakan api di dalamnya. Raja tersebut pun berkata, “Siapa yang tidak mau kembali pada ajarannya, maka lemparkanlah ia ke dalamnya.” Atau dikatakan, “Masuklah ke dalamnya.” Mereka pun melakukannya, sampai ada seorang wanita bersama bayinya. Wanita ini pun begitu tidak berani maju ketika akan masuk di dalamnya. Anaknya pun lantas berkata, “Wahai ibu, bersabarlah karena engkau di atas kebenaran.” (HR. Muslim no. 3005).

Sep 14, 202045 min

Riyadhusshaalihin - 86. "HANYA DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH"

86. HANYA DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 31 Hadits Shuhaib radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) عَنْ صُهَيْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «... Dari Shuhaib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ... .... ثُمَّ جِىءَ بِالْغُلاَمِ فَقِيلَ لَهُ ارْجِعْ عَنْ دِينِكَ. فَأَبَى فَدَفَعَهُ إِلَى نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ اذْهَبُوا بِهِ إِلَى جَبَلِ كَذَا وَكَذَا فَاصْعَدُوا بِهِ الْجَبَلَ فَإِذَا بَلَغْتُمْ ذُرْوَتَهُ فَإِنْ رَجَعَ عَنْ دِينِهِ وَإِلاَّ فَاطْرَحُوهُ فَذَهَبُوا بِهِ فَصَعِدُوا بِهِ الْجَبَلَ فَقَالَ اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ. فَرَجَفَ بِهِمُ الْجَبَلُ فَسَقَطُوا وَجَاءَ يَمْشِى إِلَى الْمَلِكِ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ مَا فَعَلَ أَصْحَابُكَ قَالَ كَفَانِيهِمُ اللَّهُ. فَدَفَعَهُ إِلَى نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ اذْهَبُوا بِهِ فَاحْمِلُوهُ فِى قُرْقُورٍ فَتَوَسَّطُوا بِهِ الْبَحْرَ فَإِنْ رَجَعَ عَنْ دِينِهِ وَإِلاَّ فَاقْذِفُوهُ. فَذَهَبُوا بِهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ. فَانْكَفَأَتْ بِهِمُ السَّفِينَةُ فَغَرِقُوا وَجَاءَ يَمْشِى إِلَى الْمَلِكِ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ مَا فَعَلَ أَصْحَابُكَ قَالَ كَفَانِيهِمُ اللَّهُ. Kemudian giliran pemuda tersebut yang didatangkan. Ia diperintahkan hal yang sama, “Kembalikan pada ajaranmu!” Ia pun enggan. Kemudian anak itu diserahkan kepada pasukan raja. Raja berkata, “Pergilah kalian bersama pemuda ini ke gunung ini dan itu. Lalu dakilah gunung tersebut bersamanya. Jika kalian telah sampai di puncaknya, lalu ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, lemparkanlah ia dari gunung tersebut.” Lantas pasukan raja tersebut pergi bersama pemuda itu lalu mendaki gunung. Lalu pemuda ini berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Gunung pun lantas berguncang dan semua pasukan raja akhirnya jatuh. Lantas pemuda itu kembali berjalan menuju raja. Ketika sampai, raja berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.” Lalu pemuda ini dibawa lagi bersama pasukan raja. Raja memerintahkan pada pasukannya, “Pergilah kalian bersama pemuda ini dalam sebuah sampan menuju tengah lautan. Jika ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, tenggelamkanlah dia.” Mereka pun lantas pergi bersama pemuda ini. Lalu pemuda ini pun berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Tiba-tiba sampan tersebut terbalik, lalu pasukan raja tenggelam. Pemuda tersebut kembali berjalan mendatangi raja. Ketika menemui raja, ia pun berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.” Ia pun berkata pada raja, “Engkau tidak bisa membunuhku sampai engkau memenuhi syaratku.” Raja pun bertanya, “Apa syaratnya?” Pemuda tersebut berkata, “Kumpulkanlah rakyatmu di suatu bukit. Lalu saliblah aku di atas sebuah pelepah. Kemudian ambillah anak panah dari tempat panahku, lalu ucapkanlah, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu panahlah aku karena jika melakukan seperti itu, engkau pasti akan membunuhku.” Lantas rakyat pun dikumpulkan di suatu bukit. Pemuda tersebut pun disalib di pelepah, lalu raja tersebut mengambil anak panah dari tempat panahnya kemudian diletakkan di busur. Setalah itu, ia mengucapkan, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu dilepaslah dan panah tersebut mengenai pelipisnya. Lalu pemuda tersebut memegang pelipisnya tempat anak panah tersebut menancap, lalu ia pun mati. Rakyat yang berkumpul tersebut lalu berkata, “Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut. Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut.” (HR. Muslim no. 3005)

Sep 14, 202058 min

Riyadhusshaalihin - 85. "SABAR DI HADAPAN GERGAJI"

85. SABAR DI HADAPAN GERGAJI Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 31 Hadits Shuhaib radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) عَنْ صُهَيْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «... Dari Shuhaib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ... .... كَانَ الْغُلاَمُ يُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ وَيُدَاوِى النَّاسَ مِنْ سَائِرِ الأَدْوَاءِ فَسَمِعَ جَلِيسٌ لِلْمَلِكِ كَانَ قَدْ عَمِىَ فَأَتَاهُ بِهَدَايَا كَثِيرَةٍ فَقَالَ مَا هَا هُنَا لَكَ أَجْمَعُ إِنْ أَنْتَ شَفَيْتَنِى فَقَالَ إِنِّى لاَ أَشْفِى أَحَدًا إِنَّمَا يَشْفِى اللَّهُ فَإِنْ أَنْتَ آمَنْتَ بِاللَّهِ دَعَوْتُ اللَّهَ فَشَفَاكَ. فَآمَنَ بِاللَّهِ فَشَفَاهُ اللَّهُ Anak itu lalu dapat menyembuhkan orang buta dan yang berpenyakit kulit. Ia pun dapat menyembuhkan orang-orang dari berbagai macam penyakit. Berita ini pun sampai di telinga sahabat dekat raja yang telah lama buta. Ia pun mendatangi pemuda tersebut dengan membawa banyak hadiah. Ia berkata pada pemuda tersebut, “Ini semua bisa jadi milikmu asalkan engkau menyembuhkanku.” Pemuda ini pun berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun. Yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah. Jika engkau mau beriman pada Allah, aku akan berdo’a pada-Nya supaya engkau bisa disembuhkan.” Ia pun beriman pada Allah, lantas Allah menyembuhkannya. فَأَتَى الْمَلِكَ فَجَلَسَ إِلَيْهِ كَمَا كَانَ يَجْلِسُ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ مَنْ رَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ قَالَ رَبِّى. قَالَ وَلَكَ رَبٌّ غَيْرِى قَالَ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ. فَأَخَذَهُ فَلَمْ يَزَلْ يُعَذِّبُهُ حَتَّى دَلَّ عَلَى الْغُلاَمِ فَجِىءَ بِالْغُلاَمِ فَقَالَ لَهُ الْمَلِكُ أَىْ بُنَىَّ قَدْ بَلَغَ مِنْ سِحْرِكَ مَا تُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ وَتَفْعَلُ وَتَفْعَلُ . فَقَالَ إِنِّى لاَ أَشْفِى أَحَدًا إِنَّمَا يَشْفِى اللَّهُ. فَأَخَذَهُ فَلَمْ يَزَلْ يُعَذِّبُهُ حَتَّى دَلَّ عَلَى الرَّاهِبِ فَجِىءَ بِالرَّاهِبِ فَقِيلَ لَهُ ارْجِعْ عَنْ دِينِكَ. فَأَبَى فَدَعَا بِالْمِئْشَارِ فَوَضَعَ الْمِئْشَارَ فِى مَفْرِقِ رَأْسِهِ فَشَقَّهُ حَتَّى وَقَعَ شِقَّاهُ ثُمَّ جِىءَ بِجَلِيسِ الْمَلِكِ فَقِيلَ لَهُ ارْجِعْ عَنْ دِينِكَ. فَأَبَى فَوَضَعَ الْمِئْشَارَ فِى مَفْرِقِ رَأْسِهِ فَشَقَّهُ بِهِ حَتَّى وَقَعَ شِقَّاهُ  Sahabat raja tadi kemudian mendatangi raja dan ia duduk seperti biasanya. Raja pun bertanya padanya, “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” Ia pun menjawab, “Rabbku.” Raja pun kaget, “Apa engkau punya Rabb (Tuhan) selain aku?” Sahabatnya pun berkata, “Rabbku dan Rabbmu itu sama yaitu Allah.” Raja tersebut pun menindaknya, ia terus menyiksanya sampai ditunjukkan anak yang tadi. (Ketika anak tersebut datang), raja lalu berkata padanya, “Wahai anakku, telah sampai padaku berita mengenai sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kulit, serta engkau dapat melakukan ini dan itu.” Pemuda tersebut pun menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah dapat menyembuhkan siapa pun. Yang menyembuhkan adalah Allah.” Mendengar hal itu, raja lalu menindaknya, ia terus menyiksanya, sampai ditunjukkan pada pendeta yang menjadi gurunya. (Ketika pendeta tersebut didatangkan), raja pun memerintahkan padanya, “Kembalilah pada ajaranmu!” Pendeta itu pun enggan. Lantas didatangkanlah gergaji dan diletakkan di tengah kepalanya. Lalu dibelahlah kepalanya dan terjatuhlah belahan kepala tersebut. Setelah itu, sahabat dekat raja didatangkan pula, ia pun diperintahkan hal yang sama dengan pendeta, “Kembalilah pada ajaranmu!” Ia pun enggan. Lantas (terjadi hal yang sama), didatangkanlah gergaji dan diletakkan di tengah kepalanya. Lalu dibelahlah kepalanya dan terjatuhlah belahan kepala tersebut. (HR. Muslim no. 3005)

Sep 14, 202051 min

Riyadhusshaalihin - 84. "ALLAH YANG MENYEMBUHKAN"

84. ALLAH YANG MENYEMBUHKAN Riyaadhushshaalihiin Bab 3: Sabar Hadits 31 Hadits Shuhaib radhiyallahu ‘anhu (Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits) عَنْ صُهَيْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «... Dari Shuhaib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ... فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَتَى عَلَى دَابَّةٍ عَظِيمَةٍ قَدْ حَبَسَتِ النَّاسَ فَقَالَ الْيَوْمَ أَعْلَمُ آلسَّاحِرُ أَفْضَلُ أَمِ الرَّاهِبُ أَفْضَلُ فَأَخَذَ حَجَرًا فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَمْرُ الرَّاهِبِ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ أَمْرِ السَّاحِرِ فَاقْتُلْ هَذِهِ الدَّابَّةَ حَتَّى يَمْضِىَ النَّاسُ. فَرَمَاهَا فَقَتَلَهَا وَمَضَى النَّاسُ فَأَتَى الرَّاهِبَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ لَهُ الرَّاهِبُ أَىْ بُنَىَّ أَنْتَ الْيَوْمَ أَفْضَلُ مِنِّى. قَدْ بَلَغَ مِنْ أَمْرِكَ مَا أَرَى وَإِنَّكَ سَتُبْتَلَى فَإِنِ ابْتُلِيتَ فَلاَ تَدُلَّ عَلَىَّ Pada suatu saat ketika di waktu ia dalam keadaan yang demikian itu, lalu tibalah ia di suatu tempat dan di situ ada seekor binatang besar yang menghalangi orang banyak (di jalan yang dilalui mereka). Anak itu lalu berkata, “Pada hari ini saya akan mengetahui, apakah penyihir itu yang lebih baik ataukah rahib itu.” Ia pun mengambil sebuah batu kemudian berkata, “Ya Allah, apabila perkara rahib itu lebih dicintai di sisi-Mu daripada tukang sihir itu, maka bunuhlah binatang ini sehingga orang-orang banyak dapat berlalu.” Lalu ia melempar binatang tersebut dan terbunuh. Lalu orang-orang bisa lewat.  Lalu ia mendatangi rahib dan mengabarkan hal tersebut. Rahib tersebut pun mengatakan, “Wahai anakku, saat ini engkau lebih mulia dariku. Keadaanmu sudah sampai pada tingkat sesuai apa yang saya lihat. Sesungguhnya engkau akan mendapat cobaan, maka jika benar demikian, janganlah menyebut namaku.” كَانَ الْغُلاَمُ يُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ وَيُدَاوِى النَّاسَ مِنْ سَائِرِ الأَدْوَاءِ فَسَمِعَ جَلِيسٌ لِلْمَلِكِ كَانَ قَدْ عَمِىَ فَأَتَاهُ بِهَدَايَا كَثِيرَةٍ فَقَالَ مَا هَا هُنَا لَكَ أَجْمَعُ إِنْ أَنْتَ شَفَيْتَنِى فَقَالَ إِنِّى لاَ أَشْفِى أَحَدًا إِنَّمَا يَشْفِى اللَّهُ فَإِنْ أَنْتَ آمَنْتَ بِاللَّهِ دَعَوْتُ اللَّهَ فَشَفَاكَ. فَآمَنَ بِاللَّهِ فَشَفَاهُ اللَّهُ Anak itu lalu dapat menyembuhkan orang buta dan yang berpenyakit kulit. Ia pun dapat menyembuhkan orang-orang dari berbagai macam penyakit. Berita ini pun sampai di telinga sahabat dekat raja yang telah lama buta. Ia pun mendatangi pemuda tersebut dengan membawa banyak hadiah. Ia berkata pada pemuda tersebut, “Ini semua bisa jadi milikmu asalkan engkau menyembuhkanku.” Pemuda ini pun berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun. Yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah. Jika engkau mau beriman pada Allah, aku akan berdo’a pada-Nya supaya engkau bisa disembuhkan.” Ia pun beriman pada Allah, lantas Allah menyembuhkannya. Sahabat raja tadi kemudian mendatangi raja dan ia duduk seperti biasanya. Raja pun bertanya padanya, “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” Ia pun menjawab, “Rabbku.” Raja pun kaget, “Apa engkau punya Rabb (Tuhan) selain aku?” Sahabatnya pun berkata, “Rabbku dan Rabbmu itu sama yaitu Allah.” Raja tersebut pun menindaknya, ia terus menyiksanya sampai ditunjukkan anak yang tadi. (Ketika anak tersebut datang), raja lalu berkata padanya, “Wahai anakku, telah sampai padaku berita mengenai sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kulit, serta engkau dapat melakukan ini dan itu.” Pemuda tersebut pun menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah dapat menyembuhkan siapa pun. Yang menyembuhkan adalah Allah.” ” Mendengar hal itu, raja lalu menindaknya, ia terus menyiksanya (HR. Muslim no. 3005)

Sep 14, 202045 min