PLAY PODCASTS
Riyadhusshaalihin 98. "KALIAN SUKA TERBURU-BURU"

Riyadhusshaalihin 98. "KALIAN SUKA TERBURU-BURU"

Radio Muhajir Project · Muhajir Project

September 14, 202054m 29s

Audio is streamed directly from the publisher (anchor.fm) as published in their RSS feed. Play Podcasts does not host this file. Rights-holders can request removal through the copyright & takedown page.

Show Notes

98. KALIAN SUKA TERBURU-BURU

Riyaadhushshaalihiin
Bab 3: Sabar
Hadits 41
Hadits Abu Abdillah Khabbab bin al Aratt radhiyallahu ‘anhu
(Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits)

شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- وَهْوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ أَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا أَلاَ تَدْعُو اللَّهَ لَنَا قَالَ كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي الأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ، أَوْ عَصَبٍ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ اللَّهَ ، أَوِ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُون 

Dulu kami berkeluh kesah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ketika itu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berbaring di atas bajunya di bawah naungan Ka’bah. Kami pun berkata, ‘Bagaimana jika engkau meminta tolong untuk kami? Bagaimana jika engkau berdoa untuk kebaikan kami?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Dulu ada seorang laki-laki di antara umat sebelum kalian digalikan untuknya lubang di tanah, kemudian dia dimasukkan ke dalamnya. Kemudian dibawakan kepadanya sebuah gergaji dan ditaruh di atas kepalanya dan dibelah tubuhnya menjadi dua bagian. Hal tersebut tidak menghalanginya dari agamanya (tidak murtad). Dan ada yang disisir dengan sisir-sisir besi di dalam dagingnya dan mengenai tulang atau ototnya. Hal tersebut tidak menghalanginya dari agamanya. Demi Allâh! Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan menyempurnakan urusan (agama) ini sehingga orang yang berkendara bisa berjalan dari Shan’aa’ hingga Hadhramaut dalam keadaaan tidak takut kecuali hanya takut kepada Allâh dan seseorang tidak lagi takut serigala memakan kambingnya. Akan tetapi kalian sangat tergesa-gesa.” (HR. Al-Bukhari)