
Radio Muhajir Project
5,053 episodes — Page 42 of 102

Riyaadhush Shaalihiin 1262. "BELAJAR MEREDAM EMOSI DARI UMAR BIN AL-KHATTHAB -Radhiyallahu’anhu- "
Bismillah, 1262. BELAJAR MEREDAM EMOSI DARI UMAR BIN KHATTAB Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-361 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu Hadits Dari Ibnu Abbas beliau berkata, قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ ، فَنَزَلَ عَلَى ابنِ أَخِيهِ الحُرِّ بْنِ قَيْسٍ ،وَكَانَ مِنَ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنيهِمْ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، وَكَانَ القُرَّاءُ أَصْحَابَ مَجْلِسِ عُمَرَ وَمُشَاوَرَتِهِ ، كُهُولاً كَانُوا أَوْ شُبَّاناً ، فقال عُيَيْنَةُ لابْنَ أَخِيهِ : يا ابْنَ أَخي لَكَ وجْهٌ عِنْدَ هذَا الأَمِيرِ ، فَاسْتَأْذِنْ لي عَلَيْهِ ، فَاسْتَأَذَنَ لَهُ ، فَأَذِنَ لَهُ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، فلما دَخَل : قال هِي يا ابْنَ الخَطَّابِ: فَوَاللَّه مَا تُعْطِينَا الجَزْلَ ، وَلا تَحْكُمُ فِينا بِالعَدْلِ، فَغَضِبَ عُمَرُ رضي اللَّه عنه حَتَّى هَمَّ أَنْ يُوقِعَ بِهِ ، فقال لَهُ الحُرُّ : يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّه تعالى قال لِنَبِيِّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلينَ } وإن هذا مِنَ الجَاهِلِينَ . واللَّهِ ما جاوزَهَا عُمرُ حِينَ تَلاهَا عَلَيْهِ ، وَكَانَ وَقَّافاً عِنْدَ كِتَابِ اللَّه تعالى . رواه البخاري . "Uyainah bin Hishn datang (ke Madinah), dia singgah di rumah keponakannya al-Hurr bin Qais, salah seorang yang dekat dengan Khalifah Umar, dan yang menjadi anggota majelis permusyawaratan Umar adalah para qurra' (penghafal al-Qur'an), tua maupun muda. Uyainah berkata kepada keponakannya, 'Wahai putra saudaraku, kamu mempunyai kedudukan di hadapan Amirul Mukminin ini, mintakanlah untukku izin untuk menghadapnya.' Lalu dia memintakan izin dan Umar Radhiallahu ‘anhu pun memberinya izin. Ketika dia masuk, dia berkata, 'Heh Putra al-Khaththab! Demi Allah, kamu tidak memberi kami banyak dan kamu tidak memutuskan dengan adil di antara kami!' Maka Umar marah hingga ingin menjatuhkan hukuman terhadapnya. Maka al-Hurr berkata kepadanya, 'Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ , 'Maafkanlah, perintahkanlah yang baik dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ (Al-A'raf: 199). Dan sesungguhnya orang ini (paman saya) termasuk orang-orang yang bodoh.' Demi Allah, Umar tidak melangkahi ayat tersebut ketika dia membacakannya kepadanya, dan Umar adalah orang yang patuh kepada Kitab Allah Ta’ala." (HR. Bukhari) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1262. BELAJAR MEREDAM EMOSI DARI UMAR BIN AL-KHATTHAB -Radhiyallahu’anhu-🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/gA2QfkYe6EQ?si=ZoAb6ArVYEc1w3hg

Riyaadhush Shaalihiin 1261. "RESPONS KETIKA KITA 'DIJUDGE' "
Bismillah, 1261. RESPONS KETIKA KITA 'DIJUDGE' Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-361 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu Hadits Dari Ibnu Abbas beliau berkata, قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ ، فَنَزَلَ عَلَى ابنِ أَخِيهِ الحُرِّ بْنِ قَيْسٍ ،وَكَانَ مِنَ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنيهِمْ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، وَكَانَ القُرَّاءُ أَصْحَابَ مَجْلِسِ عُمَرَ وَمُشَاوَرَتِهِ ، كُهُولاً كَانُوا أَوْ شُبَّاناً ، فقال عُيَيْنَةُ لابْنَ أَخِيهِ : يا ابْنَ أَخي لَكَ وجْهٌ عِنْدَ هذَا الأَمِيرِ ، فَاسْتَأْذِنْ لي عَلَيْهِ ، فَاسْتَأَذَنَ لَهُ ، فَأَذِنَ لَهُ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، فلما دَخَل : قال هِي يا ابْنَ الخَطَّابِ: فَوَاللَّه مَا تُعْطِينَا الجَزْلَ ، وَلا تَحْكُمُ فِينا بِالعَدْلِ، فَغَضِبَ عُمَرُ رضي اللَّه عنه حَتَّى هَمَّ أَنْ يُوقِعَ بِهِ ، فقال لَهُ الحُرُّ : يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّه تعالى قال لِنَبِيِّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلينَ } وإن هذا مِنَ الجَاهِلِينَ . واللَّهِ ما جاوزَهَا عُمرُ حِينَ تَلاهَا عَلَيْهِ ، وَكَانَ وَقَّافاً عِنْدَ كِتَابِ اللَّه تعالى . رواه البخاري . "Uyainah bin Hishn datang (ke Madinah), dia singgah di rumah keponakannya al-Hurr bin Qais, salah seorang yang dekat dengan Khalifah Umar, dan yang menjadi anggota majelis permusyawaratan Umar adalah para qurra' (penghafal al-Qur'an), tua maupun muda. Uyainah berkata kepada keponakannya, 'Wahai putra saudaraku, kamu mempunyai kedudukan di hadapan Amirul Mukminin ini, mintakanlah untukku izin untuk menghadapnya.' Lalu dia memintakan izin dan Umar Radhiallahu ‘anhu pun memberinya izin. Ketika dia masuk, dia berkata, 'Heh Putra al-Khaththab! Demi Allah, kamu tidak memberi kami banyak dan kamu tidak memutuskan dengan adil di antara kami!' Maka Umar marah hingga ingin menjatuhkan hukuman terhadapnya. Maka al-Hurr berkata kepadanya, 'Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ , 'Maafkanlah, perintahkanlah yang baik dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ (Al-A'raf: 199). Dan sesungguhnya orang ini (paman saya) termasuk orang-orang yang bodoh.' Demi Allah, Umar tidak melangkahi ayat tersebut ketika dia membacakannya kepadanya, dan Umar adalah orang yang patuh kepada Kitab Allah Ta’ala." (HR. Bukhari) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1261. RESPONS KETIKA KITA ‘DIJUDGE’🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/lF2BRAmt6vc?si=IqeU5ezPboYpRwoz

REZEKI ALLAH LEBIH LUAS DARI SELURUH LAUTAN
Bismillah, REZEKI ALLAH LEBIH LUAS DARI SELURUH LAUTANUstadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahVideo pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim Ke-156https://www.youtube.com/live/heefsV64W5A?si=m-vjntFKGoMNakPj

Riyaadhush Shaalihiin 1260. "MEMILIH ORANG YANG TEPAT"
Bismillah, 1260. MEMILIH ORANG YANG TEPAT Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-361 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu Hadits Dari Ibnu Abbas beliau berkata, قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ ، فَنَزَلَ عَلَى ابنِ أَخِيهِ الحُرِّ بْنِ قَيْسٍ ،وَكَانَ مِنَ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنيهِمْ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، وَكَانَ القُرَّاءُ أَصْحَابَ مَجْلِسِ عُمَرَ وَمُشَاوَرَتِهِ ، كُهُولاً كَانُوا أَوْ شُبَّاناً ، فقال عُيَيْنَةُ لابْنَ أَخِيهِ : يا ابْنَ أَخي لَكَ وجْهٌ عِنْدَ هذَا الأَمِيرِ ، فَاسْتَأْذِنْ لي عَلَيْهِ ، فَاسْتَأَذَنَ لَهُ ، فَأَذِنَ لَهُ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، فلما دَخَل : قال هِي يا ابْنَ الخَطَّابِ: فَوَاللَّه مَا تُعْطِينَا الجَزْلَ ، وَلا تَحْكُمُ فِينا بِالعَدْلِ، فَغَضِبَ عُمَرُ رضي اللَّه عنه حَتَّى هَمَّ أَنْ يُوقِعَ بِهِ ، فقال لَهُ الحُرُّ : يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّه تعالى قال لِنَبِيِّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلينَ } وإن هذا مِنَ الجَاهِلِينَ . واللَّهِ ما جاوزَهَا عُمرُ حِينَ تَلاهَا عَلَيْهِ ، وَكَانَ وَقَّافاً عِنْدَ كِتَابِ اللَّه تعالى . رواه البخاري . "Uyainah bin Hishn datang (ke Madinah), dia singgah di rumah keponakannya al-Hurr bin Qais, salah seorang yang dekat dengan Khalifah Umar, dan yang menjadi anggota majelis permusyawaratan Umar adalah para qurra' (penghafal al-Qur'an), tua maupun muda. Uyainah berkata kepada keponakannya, 'Wahai putra saudaraku, kamu mempunyai kedudukan di hadapan Amirul Mukminin ini, mintakanlah untukku izin untuk menghadapnya.' Lalu dia memintakan izin dan Umar Radhiallahu ‘anhu pun memberinya izin. Ketika dia masuk, dia berkata, 'Heh Putra al-Khaththab! Demi Allah, kamu tidak memberi kami banyak dan kamu tidak memutuskan dengan adil di antara kami!' Maka Umar marah hingga ingin menjatuhkan hukuman terhadapnya. Maka al-Hurr berkata kepadanya, 'Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ , 'Maafkanlah, perintahkanlah yang baik dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ (Al-A'raf: 199). Dan sesungguhnya orang ini (paman saya) termasuk orang-orang yang bodoh.' Demi Allah, Umar tidak melangkahi ayat tersebut ketika dia membacakannya kepadanya, dan Umar adalah orang yang patuh kepada Kitab Allah Ta’ala." (HR. Bukhari) === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1260. MEMILIH ORANG YANG TEPATBAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Selasa 5 Desember 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Kajian Wanita 159. SURGA DUNIA | Kitab Al-Wabilush Shayyib
Bismillah, 159. SURGA DUNIA Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat Apabila syaithan tidak mampu rnempengaruhinya dengan cara ini dan hamba itu tetap melaksanakan shalatnya, maka syaithan akan kembali datang dan membisikkan dalam pikirannya, membuat penghalang antara ia dan hatinya, menjadikan hamba itu ingat dengan apa-apa yang sebenarnya ia tidak ingat sebelum melaksanakan shalat. Bahkan bisa jadi hamba itu lupa terhadap sesuatu atau hajat sehingga ia berputus asa darinya, maka syaithan akan mengingatkannya pada saat shalat agar syaithan menyibukkan hatinya dengan hajatnya itu dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengerjakan shalat tanpa menghadirkan hatinya maka ia tidak akan memperoleh kesejahteraan dan keberkahan dari-Nya serta kedekatan dengan-Nya. Orang seperti ini tidak akan memperoleh seperti apa yang diperoleh oleh orang yang menghadap kepada Rabb-nya dengan hati yang hadir dalam melaksanakan shalat. Orang seperti ini juga akan keluar dari shalatnya seperti orang yang melaksanakannya dengan kesalahan-kesalahannya, dosa-dosanya dan belum mendapatkan keringanan dari kesalahan dan dosanya dengan shalat yang ia laksanakan karena shalat hanya akan menghapuskan dosa orang yang melaksanakan, hak-haknya, khusyu' dan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan hati yang hadir. Seperti inilah apabila hamba berpaling dari shalatnya, ia akan mendapatkan kesembronoan dalam jiwanya dan merasakan beban berat diletakkan di atasnya. Sementara orang yang hatinya hadir dalam melaksanakan shalat akan mendapatkan kesungguhan, kesenangan, kelapangan, sampai ia berharap bahwa ia belum keluar dari shalatnya karena shalat merupakan penyejuk mata dan jiwanya, Surga bagi hatinya, dan tempat peristirahatannya di dunia. Ia akan senantiasa seperti berada dalam sebuah penjara dan kesempitan sampai ia memasukinya, maka ia beristirahat dengannya, bukan darinya. Orang-orang yang mencintai (Allah) berkata, "Kami melaksanakan shalat dan kami menenangkan jiwa kami dengan shalat," Sebagaimana sabda Nabi ﷺ "Wahai Bilal, tenangkanlah kami dengan shalat." Dan Nabi ﷺ tidak mengatakan, "Tenangkanlah kami dari shalat." Nabi ﷺ juga bersabda: "Telah dijadikan penyejuk mataku berada dalam shalat." === Ikuti Kajian Serial Wabilush Shayyib via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri159. SURGA DUNIA🕙Insyaa Allah Senin, 4 Desember 2023 pukul 10.15 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 0811862417(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Riyaadhush Shaalihiin 1259. "MENDIDIK KELUARGA ILMU BERSOSIAL"
Bismillah, 1259. MENDIDIK KELUARGA ILMU BERSOSIAL Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anha Dari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullah أَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ . "Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”) Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata, وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح . ‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'." === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1259. MENDIDIK KELUARGA ILMU BERSOSIAL🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/oU9SVuCgFKI?si=np2fNZJBKF4xJD8e

Riyaadhush Shaalihiin 1258. "TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA"
Bismillah, 1258. TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anha Dari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullah أَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ . "Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”) Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata, وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح . ‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'." === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1258. TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYABAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Ahad 3 December 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

159. HUKUM MENGADU DOMBA | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
Bismillah, 159. HUKUM MENGADU DOMBA Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu) Karya Ibnul Jama'ah Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan) 9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya. === Ikutilah Kajian Rutin Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah, insyaa Allah159. HUKUM MENGADU DOMBA🕌 Masjid Nurul Iman, lt.7 Blok-M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.https://goo.gl/maps/p26d1YXFeeT2🕔 Insyaa Allah Sabtu, 2 Desember 2023 pukul 17.00 WIB (Jakarta & sekitarnya).🖥️ Insyaa Allah ditayangkan langsung di https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ (pada channel YouTube insyaa Allah akan terdapat sebuah video dengan logo “LIVE”).🎙️ Insyaa Allah disiarkan LIVE audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di https://wa.me/+6282123475508(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

SEMAKIN BELAJAR SEMAKIN MENUNDUK
Bismillah, SEMAKIN BELAJAR SEMAKIN MENUNDUK Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah Mutiara hikmah dari kajian kitab Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim: 125. “Bahaya Sum’ah” https://www.youtube.com/live/iiFJdOXugJg?si=XfmJ5abMl98w-2Bg

Riyaadhush Shaalihiin 1257. "JANGAN TAKUT MISKIN"
Bismillah, 1257. JANGAN TAKUT MISKIN Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Tanya Jawab ===

Riyaadhush Shaalihiin 1256. "AYAH TIDAK MENAFKAHI, ANAK PERLU BERBAKTI?"
Bismillah, 1256. AYAH TIDAK MENAFKAHI, ANAK PERLU BERBAKTI? Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Tanya Jawab === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1256. AYAH TIDAK MENAFKAHI, ANAK PERLU BERBAKTI?🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/VFQqF6hxDbs?si=BQVdB_HYXi4wUYS4

Riyaadhush Shaalihiin 1255. "KEPATUHAN SEORANG ISTRI PADA SUAMINYA"
Bismillah, 1255. KEPATUHAN SEORANG ISTRI PADA SUAMINYA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anha Dari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullah أَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ . "Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”) Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata, وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح . ‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'." === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1255. TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/DMvpXq0UTiw?si=2bMt7OwwBx4C6-FK

Riyaadhush Shaalihiin 1254. "BERAMAL SESUAI PERAN MASING-MASING"
Bismillah, 1254. BERAMAL SESUAI PERAN MASING-MASING Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhu Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » . "Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1254. BERAMAL SESUAI PERAN MASING-MASING🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/Ckn9dyGzrsA?si=eoZAsE7VIDwzjNZM

Riyaadhush Shaalihiin 1253. "PRINSIP HIDUP BERSOSIAL"
Bismillah, 1253. PRINSIP HIDUP BERSOSIAL Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhu Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » . "Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1253. PRINSIP HIDUP BERSOSIAL🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/wj6_O2nmPHg?si=YldlypnEqXzFDJTV

Kajian Wanita 158. "CIRI-CIRI SHALAT YANG KHUSYUK" | Kitab Al-Wabilush Shayyib
Bismillah, 158. CIRI-CIRI SHALAT YANG KHUSYUK Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbedaan) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan? Jika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya. Apabila syaithan tidak mampu rnempengaruhinya dengan cara ini dan hamba itu tetap melaksanakan shalatnya, maka syaithan akan kembali datang dan membisikkan dalam pikirannya, membuat penghalang antara ia dan hatinya, menjadikan hamba itu ingat dengan apa-apa yang sebenarnya ia tidak ingat sebelum melaksanakan shalat. Bahkan bisa jadi hamba itu lupa terhadap sesuatu atau hajat sehingga ia berputus asa darinya, maka syaithan akan mengingatkannya pada saat shalat agar syaithan menyibukkan hatinya dengan hajatnya itu dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengerjakan shalat tanpa menghadirkan hatinya maka ia tidak akan memperoleh kesejahteraan dan keberkahan dari-Nya serta kedekatan dengan-Nya. Orang seperti ini tidak akan memperoleh seperti apa yang diperoleh oleh orang yang menghadap kepada Rabb-nya dengan hati yang hadir dalam melaksanakan shalat. Orang seperti ini juga akan keluar dari shalatnya seperti orang yang melaksanakannya dengan kesalahan-kesalahannya, dosa-dosanya dan belum mendapatkan keringanan dari kesalahan dan dosanya dengan shalat yang ia laksanakan karena shalat hanya akan menghapuskan dosa orang yang melaksanakan, hak-haknya, khusyu' dan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan hati yang hadir. === Saksikan Hasil Rekaman🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/kwOxGFhK3ZE?si=TJC6Sp5p4iEihiHX

Riyaadhush Shaalihiin 1252. "MEMULIAKAN YANG LEBIH TUA"
Bismillah, 1252. MEMULIAKAN YANG LEBIH TUA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhu Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » . "Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”) === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1252. MEMULIAKAN YANG LEBIH TUABAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Senin 27 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Riyaadhush Shaalihiin 1251. "MENYAYANGI YANG LEBIH MUDA, MENGETAHUI KEUTAMAAN YANG LEBIH TUA"
Bismillah, 1251. MENYAYANGI YANG LEBIH MUDA, MENGETAHUI KEUTAMAAN YANG LEBIH TUA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhu Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » . "Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”) === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1251. MENYAYANGI YANG LEBIH MUDA MENGETAHUI KEUTAMAAN YANG LEBIH TUABAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Ahad 26 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Riyaadhush Shaalihiin 1250. "SOLUSI BAGI ORANG YANG TEMPERAMENTAL"
Bismillah, 1250. SOLUSI BAGI ORANG YANG TEMPERAMENTAL Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Tanya Jawab === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1250. SOLUSI BAGI ORANG YANG TEMPERAMENTAL🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/civMgRzUAoE?si=kLPLTskCVJDCbJJQ

Riyaadhush Shaalihiin 1249. "APAKAH DOSA TETAP BERDAMPAK SETELAH TAUBAT?"
Bismillah, 1249. APAKAH DOSA TETAP BERDAMPAK SETELAH TAUBAT? Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Tanya Jawab === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1249. APAKAH DOSA TETAP BERDAMPAK SETELAH TAUBAT?🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/fyNhmdTitts?si=flNz2m1HMNCtI9w9

Riyaadhush Shaalihiin 1248. "MENGAPRESIASI PERJUANGAN HIDUP ORANG LAIN"
Bismillah, 1248. MENGAPRESIASI PERJUANGAN HIDUP ORANG LAIN Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 358 | Hadits Abu Musa Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, إِنَّ مِنْإِجْلالِ اللَّهِ تعالى إِكْرَامَ ذى الشَّيْبةِ المُسْلِمِ ، وَحَامِلِ الْقُرآنِ غَيْرِ الْغَالي فِيهِ ، والجَافي عَنْهُ وإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ المُقْسِطِ » حديثٌ حسنٌ رواه أبو داود . "Sesungguhnya termasuk bagian dari mengagungkan Allah Ta’ala adalah memuliakan orang Muslim yang telah beruban (karena tua), pembawa al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dan yang tidak mengabaikannya, dan memuliakan penguasa yang adil." Hadits hasan di-riwayatkan oleh Abn Dawad. === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1248. MENGAPRESIASI PERJUANGAN HIDUP ORANG LAIN🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/S5WudsxHNoM?si=ocbij7fg1QL5DDFE

Riyaadhush Shaalihiin 1247. "GANJARAN PAHALA BESAR BAGI YANG MEMULIAKAN MEREKA"
Bismillah, 1247. GANJARAN PAHALA BESAR BAGI YANG MEMULIAKAN MEREKA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 358 | Hadits Abu Musa Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, إِنَّ مِنْإِجْلالِ اللَّهِ تعالى إِكْرَامَ ذى الشَّيْبةِ المُسْلِمِ ، وَحَامِلِ الْقُرآنِ غَيْرِ الْغَالي فِيهِ ، والجَافي عَنْهُ وإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ المُقْسِطِ » حديثٌ حسنٌ رواه أبو داود . "Sesungguhnya termasuk bagian dari mengagungkan Allah Ta’ala adalah memuliakan orang Muslim yang telah beruban (karena tua), pembawa al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dan yang tidak mengabaikannya, dan memuliakan penguasa yang adil." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1247. GANJARAN PAHALA BESAR BAGI YANG MEMULIAKAN MEREKA🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/K4ZtbbwknlQ?si=0jqRfpZ7isso2lYZ

Riyaadhush Shaalihiin 1246. "KECIL VS BESAR"
Bismillah, 1246. KECIL VS BESAR Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 357 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن ابن عُمرَ رضي اللَّهُ عنهما أَنَّ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أَرَاني في المَنَامِ أَتَسَوَّكُ بِسِوَاكٍ ، فَجَاءَنِي رَجُلانِ ، أَحدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الآخَرِ ، فَنَاوَلْتُ السِّوَاكَ الأَصْغَرَ ، فقيلَ لي : كَبِّرْ ، فَدَفَعْتُهُ إِلى الأَكْبَرِ مِنْهُمَا » رواه مسلم مُسْنَداً والبخاريُّ تعلِيقاً . "Dalam tidurku, aku bermimpi; aku bersiwak dengan kayu siwak, tiba-tiba datanglah dua orang yang salah satunya lebih besar dari yang lain, lalu aku memberikan siwak kepada yang kecil, maka dikatakan kepadaku, 'Yang besar.' Maka aku menyerahkan siwak itu kepada yang paling besar di antara keduanya." (HR. Muslim dengan sanadnya, sedangkan al-Bukhari meriwayatkan secara Mu’allaq) === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1246. KECIL VS BESARBAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Selasa 21 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Kajian Wanita 157. "DUA TABIR PERUSAK KEKHUSYU’AN SHALAT" | Kitab Al-Wabilush Shayyib
Bismillah, 157. DUA TABIR PERUSAK KEKHUSYU’AN SHALAT Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat Sabda Nabi dalam hadits: "Dan aku memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat. Apabila kalian melaksanakan shalat, janganlah kalian menoleh karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh." Menoleh yang terlarang dalam shalat ada dua macam: Pertama, menoleh atau berpalingnya hati dari Allah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedua, menoleh atau berpalingnya penglihatan. Kedua hal ini terlarang. Allah senantiasa menepati janjinya selama hamba itu senantiasa melaksanakan shalatnya. Apabila ia berpaling dari Allah dengan hati atau penglihatannya, maka Allah akan berpaling darinya. Nabi pernah ditanya tentang menolehnya seseorang ketika mengerjakan shalat, lalu beliau bersabda: Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah berfirman, "(Ia berpaling) kepada yang lebih baik dari-Ku, kepada yang lebih baik dari-Ku?" Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbedaan) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan? Jika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya. (219) 157. DUA TABIR PERUSAK KEKHUSYU’AN SHALAT | Kajian Wanita - YouTube

Riyaadhush Shaalihiin 1245. "KEUTAMAAN AHLUL QURAN"
Bismillah, 1245. KEUTAMAAN AHLUL QURAN Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 356 | Hadits Jabir Radhiallahu ‘anhu Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu وعن جابرٍ رضي اللَّهُ عنه أَنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَجْمَعُ بيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحُدٍ يَعْني في القَبْرِ ، ثُمَّ يَقُولُ : « أَيُّهُما أَكْثَرُ أَخْذاً لِلْقُرْآنِ ؟ » فَإِذَا أُشِيرَ لَهُ إلى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ في اللَّحْدِ . رواه البخاريُّ . "Bahwa Nabi ﷺ mengumpulkan antara dua orang yang terbunuh dalam perang Uhud dalam satu liang kubur, kemudian beliau bertanya, 'Mana di antara keduanya yang paling banyak hafalan al-Qur'annya?' Maka tatkala beliau diberi isyarat kepada salah satu dari keduanya, beliau mendahulukannya dalam liang lahad." (HR. Bukhari) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1245. KEUTAMAAN AHLUL QUR’AN🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/fsGW_lxayNE?si=MVijSPNBFAmbnFYR

Riyaadhush Shaalihiin 1244. "MENGAGUNGKAN ALLAH DENGAN MENGHORMATI YANG LEBIH TUA"
Bismillah, 1244. MENGAGUNGKAN ALLAH DENGAN MENGHORMATI YANG LEBIH TUA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه . "Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1244. MENGAGUNGKAN ALLAH ﷻ DENGAN MENGHORMATI YANG LEBIH TUA🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/GLkt5IFpc3c?si=63Q9jrtt4Outpyru

Riyaadhush Shaalihiin 1243. "MENGAPA DOAKU TIDAK DIKABULKAN?"
Bismillah, 1243. MENGAPA DOAKU TIDAK DIKABULKAN? Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Tanya Jawab === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1243. MENGAPA DOAKU TIDAK DIKABULKAN?🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/-RCRUL5TTNE?si=pBTdJcy8a_c0YF58

PANTASKAH IRI TERHADAP KENIKMATAN DUNIA?
Bismillah, PANTASKAH IRI TERHADAP KENIKMATAN DUNIA? Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim Ke-156 https://www.youtube.com/live/heefsV64W5A?si=m-vjntFKGoMNakPj

Riyaadhush Shaalihiin 1242. "TELADAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI"
Bismillah, 1242. TELADAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Tanya Jawab === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1242. TELADAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/8u3QHKQLTHk?si=sBB_kPNuxrVP4_Dx

PUJIAN YANG BERMANFAAT
Bismillah, PUJIAN YANG BERMANFAATUstadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahVideo pendek dari Kajian Wanita Serial Wabilush Shayyib:03. “Menjadi Wanita Terbaik”https://www.youtube.com/live/-b_vnCoW1jU?si=XX3fwEPZXlhqAbKv

157. BAHAYA GHIBAH | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
Bismillah, 157. BAHAYA GHIBAH Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu) Karya Ibnul Jama'ah Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan) 9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya. === Ikutilah Kajian Rutin Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah, insyaa Allah157. BAHAYA GHIBAH🕌 Masjid Nurul Iman, lt.7 Blok-M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.https://goo.gl/maps/p26d1YXFeeT2🕔 Insyaa Allah Sabtu, 18 November 2023 pukul 17.00 WIB (Jakarta & sekitarnya).🖥️ Insyaa Allah ditayangkan langsung di https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ (pada channel YouTube insyaa Allah akan terdapat sebuah video dengan logo “LIVE”).🎙️ Insyaa Allah disiarkan LIVE audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di https://wa.me/+6282123475508(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Riyaadhush Shaalihiin 1241. "KULTUR MENGHORMATI YANG LEBIH TUA"
Bismillah, 1241. KULTUR MENGHORMATI YANG LEBIH TUA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه . "Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1241. KULTUR MENGHORMATI YANG LEBIH TUA🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/XalqIvjWMSQ?si=gS9YXTquTBGkN9Rj

Riyaadhush Shaalihiin 1240. "PRIORITASKAN YANG LEBIH TUA"
Bismillah, 1240. PRIORITASKAN YANG LEBIH TUA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه . "Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih) ===== Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama: 👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri 1240. PRIORITASKAN YANG LEBIH TUA BAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan 🕠 Insyaa Allah Rabu 15 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya) 🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/ 📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542 (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

MISI UTAMA KITA DI DUNIA
Bismillah, MISI UTAMA KITA DI DUNIA Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah Video pendek diambil dari Khutbah Jumat “Kita Yang Butuh” https://youtu.be/fMZUnXmZz6A?si=e2HbG0zsEBt-8cey

Riyaadhush Shaalihiin 1239. "TENANG DALAM SHALAT"
Bismillah, 1239. TENANG DALAM SHALAT Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 354 | Hadits Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن عبد اللَّه بن مسعودٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لِيَلِني مِنْكُمْ أُولُوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ » ثَلاثاً « وإِيَّاكُم وهَيْشَاتِ الأَسْواقِ » رواه مسلم . "Hendaklah orang-orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) adalah orang-orang dewasa dan berakal di antara kalian, kemudian orang-orang sesudah mereka." Tiga kali. "Dan jangan ribut seperti keributan pasar." (HR. Muslim) === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1239.TENANG DALAM SHALATBAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Selasa 14 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Kajian Wanita 156. "ADA SEKAT DALAM IBADAH KITA" | Kitab Al-Wabilush Shayyib
Bismillah, 156. ADA SEKAT DALAM IBADAH KITA Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat Sabda Nabi dalam hadits: "Dan aku memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat. Apabila kalian melaksanakan shalat, janganlah kalian menoleh karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh." Menoleh yang terlarang dalam shalat ada dua macam: Pertama, menoleh atau berpalingnya hati dari Allah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedua, menoleh atau berpalingnya penglihatan. Kedua hal ini terlarang. Allah senantiasa menepati janjinya selama hamba itu senantiasa melaksanakan shalatnya. Apabila ia berpaling dari Allah dengan hati atau penglihatannya, maka Allah akan berpaling darinya. Nabi pernah ditanya tentang menolehnya seseorang ketika mengerjakan shalat, lalu beliau bersabda: Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah berfirman, "(Ia berpaling) kepada yang lebih baik dari-Ku, kepada yang lebih baik dari-Ku?" Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbedaan) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan? Jika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya. (67) 156. ADA SEKAT DALAM IBADAH KITA | Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib - YouTube

Riyaadhush Shaalihiin 1238. "KEUTAMAAN MENDUDUKKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA"
Bismillah, 1238. KEUTAMAAN MENDUDUKKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم . "Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1238. KEUTAMAAN MENDUDUKKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/2LrVz9Roj6Q?si=X2UOropcwrerD2NJ

156. TINGGALKAN KARENA ALLAH ﷻ, ALLAH ﷻ GANTI DENGAN YANG LEBIH BAIK | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
Bismillah, 156. TINGGALKAN KARENA ALLAH ﷻ, ALLAH ﷻ GANTI DENGAN YANG LEBIH BAIK Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu) Karya Ibnul Jama'ah Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan) 9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya. === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Tadzkiratus Saami' Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim bersama,👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah,156. TINGGALKAN KARENA ALLAH ﷻ, ALLAH ﷻ GANTI DENGAN YANG LEBIH BAIK🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di https://www.youtube.com/live/heefsV64W5A?si=jMdy7B6Z8Ta2fviC

Riyaadhush Shaalihiin 1237. "KUNCI KESUKSESAN DALAM SHALAT BERJAMAAH"
Bismillah, 1237. KUNCI KESUKSESAN DALAM SHALAT BERJAMAAH Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم . "Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1237. KUNCI KESUKSESAN DALAM SHALAT BERJAMAAH 🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di 1237. KUNCI KESUKSESAN DALAM SHALAT BERJAMAAH | Riyaadhush Shaalihiin (youtube.com)

Muhajir Peduli Indonesia - Karena Mencintai Saudara-Saudara di Palestina
Karena mencintai saudara-saudara di Palestina, bagian dari keimanan kita Mari buktikan cinta kita dengan mendoakan dan membantu mereka. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba dikatakan beriman (dengan iman yang sempurna) hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” [HR. Bukhari] Lebih dari 2 juta saudara kita di Palestina dalam kesulitan yang luar biasa. Per 11 November 2023, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan lebih dari 11.000 orang tewas, termasuk lebih dari 4.000 anak, dan 2.800 wanita. Sejumlah 27.000 orang lainnya terluka dan 1.270 orang diperkirakan tertimbun di bawah reruntuhan bangunan di Gaza. Di Tepi Barat, Palestina, korban tewas mencapai 186 orang, lebih 2.100 orang terluka, serta 1.900 orang ditahan oleh Zionis Penjajah. (Sumber: menpan.go.id) Terbuka kesempatan meringankan kesulitan mereka, dengan mengirimkan sedekah terbaik kita melalui @lazmuhajir yang bekerja sama dengan BAZNAS. Insyaa Allah pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Republik Indonesia. Semoga Allah menguatkan keimanan kita dengan kebajikan ini. Salurkan kepedulian kita melalui rekening: CIMB Niaga Syariah 860013846300 Atas nama Muhajir Peduli Indonesia Bagi Anda yang membutuhkan bukti setor zakat, bisa menghubungi kami di whatsapp 0812-8838-8501.

Riyaadhush Shaalihiin 1236. "AGAR TIDAK RIYA' KETIKA MENJADI IMAM"
Bismillah, 1236. AGAR TIDAK RIYA' KETIKA MENJADI IMAM Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Sesi Tanya Jawab === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1236. SESI TANYA JAWABBAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Sabtu 11 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Riyaadhush Shaalihiin 1235. "DOSAKAH GOSIPIN SUAMI SENDIRI?"
Bismillah, 1235. DOSAKAH GOSIPIN SUAMI SENDIRI? Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم . "Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1235. DOSAKAH GOSIPIN SUAMI SENDIRI?🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/mVzlx9W-7FY?si=00dmUoqewFWcG4H8

MENUMBUHKAN HARAPAN DENGAN MENGENAL AL-HAKIM
Bismillah, MENUMBUHKAN HARAPAN DENGAN MENGENAL AL-HAKIM Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim 155. “Tips Memiliki Harapan Dalam Hidup” https://www.youtube.com/live/im0HlF7wVnM?si=YWbzyD4DqokyHxtg

PERJALANAN TENANG KE ARAH TUJUAN
Bismillah, PERJALANAN TENANG KE ARAH TUJUAN Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah Video pendek dari kajian serial Riyaadhush Shaalihiin: 532 “Anda Adalah Pemikul Amanat” https://www.youtube.com/live/pTg_vmqGwF4?si=H_XiguMWhcfUR-MU

Riyaadhush Shaalihiin 1234. "POSISI TERDEKAT DARI IMAM"
Bismillah, 1234. POSISI TERDEKAT DARI IMAM Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم . "Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim) === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri1234. POSISI TERDEKAT DARI IMAMBAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan🕠 Insyaa Allah Kamis 9 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

HARGA SAHABAT YANG SHALIH
Bismillah, HARGA SAHABAT YANG SHALIH Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah Mutiara hikmah dari kajian kitab Riyadhush Shalihiin: 510. “Jalan Kesuksesan” https://www.youtube.com/live/pVpkJsAZhiU?si=MZs5pVkKeKW-Rv6D

Riyaadhush Shaalihiin 1233. "BAGAIMANA KITA BERDIRI SEBAGAI MAKMUM?"
Bismillah, 1233. BAGAIMANA KITA BERDIRI SEBAGAI MAKMUM? Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم . "Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim) === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1233. BAGAIMANA KITA BERDIRI SEBAGAI MAKMUM?🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di https://www.youtube.com/live/UP08ZW3dvD4?si=KueBeqTTfdwnFE2J

HARAPAN BAGI HAMBA YANG BERDOA
Bismillah, HARAPAN BAGI HAMBA YANG BERDOA Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim 154. “Harapan Itu Selalu Ada, Saudaraku” https://www.youtube.com/live/c0BELTaE3ds?si=i1oC_AoGE0H6SX17

Riyaadhush Shaalihiin 1232. "ADAB BERADA DI TEMPAT ORANG LAIN"
Bismillah, 1232. ADAB BERADA DI TEMPAT ORANG LAIN Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم . "Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim) Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً . "Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya, وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » . والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا . "Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)." === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah1232. ADAB BERADA DI TEMPAT ORANG LAIN🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan dihttps://www.youtube.com/live/DAtG4xdua3k?si=da4A115gjgX_Rzdl

Kajian Wanita 155. "FOKUS DALAM BERIBADAH" | Kitab Al-Wabilush Shayyib
Bismillah, 155. FOKUS DALAM BERIBADAH Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat Sabda Nabi dalam hadits: "Dan aku memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat. Apabila kalian melaksanakan shalat, janganlah kalian menoleh karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh." Menoleh yang terlarang dalam shalat ada dua macam: Pertama, menoleh atau berpalingnya hati dari Allah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kedua, menoleh atau berpalingnya penglihatan. Kedua hal ini terlarang. Allah senantiasa menepati janjinya selama hamba itu senantiasa melaksanakan shalatnya. Apabila ia berpaling dari Allah dengan hati atau penglihatannya, maka Allah akan berpaling darinya. Nabi pernah ditanya tentang menolehnya seseorang ketika mengerjakan shalat, lalu beliau bersabda: Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah berfirman, "(Ia berpaling) kepada yang lebih baik dari-Ku, kepada yang lebih baik dari-Ku?" Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbeda-an) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan? === Ikuti Kajian Serial Wabilush Shayyib via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri155. FOKUS DALAM BERIBADAH🕙Insyaa Allah Senin, 6 November 2023 pukul 10.15 WIB (Jakarta & sekitarnya)🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 0811862417(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

Riyaadhush Shaalihiin 1231. "PAHALA MEMPRIORITASKAN KEUTAMAAN AHLI ILMU"
Bismillah, 1231. PAHALA MEMPRIORITASKAN KEUTAMAAN AHLI ILMU Riyaadhush Shaalihiin Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan Hadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم . "Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim) Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً . "Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya, وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » . والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا . "Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)." === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah,1231. PAHALA MEMPRIORITASKAN KEUTAMAAN ULAMA🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di https://www.youtube.com/live/vP2n8Dl_m-M?si=krOPeOndFqYc5cOm