PLAY PODCASTS
Riyadhusshaalihin - 49. "ANTARA KEJUJURAN & KEBOHONGAN"

Riyadhusshaalihin - 49. "ANTARA KEJUJURAN & KEBOHONGAN"

Radio Muhajir Project · Muhajir Project

September 12, 20201h 3m

Audio is streamed directly from the publisher (anchor.fm) as published in their RSS feed. Play Podcasts does not host this file. Rights-holders can request removal through the copyright & takedown page.

Show Notes

49. ANTARA KEJUJURAN & KEBOHONGAN

Riyaadhushshaalihiin
Bab 2  | Hadits 22
Pembahasan: Taubat
Hadits Ka'ab bin Malik
(Beda penerbit & cetakan, bisa menyebabkan beda penomoran hadits)

Dari Abdullah bin Ka’ab bin Malik -dia adalah penuntun Ka’ab dari anak-anaknya saat Ka’ab menjadi buta- berkata: “Saya mendengar Ka’ab bin Malik bercerita tentang kisahnya saat tidak ikut dalam perang Tabuk.

...

Saat itulah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki yang mengenakan pakaian putih di kejauhan, dan sulit diketahui siapakah dia, karena terhalang oleh fatamorgana. Rasulullah bersabda, "Semoga dia adalah Abu khoitsamah.'

Ternyata apa yang dikatakan oleh Rasulullah benar. Laki-laki yang datang adalah Abu Khoitsamah Al-Anshari. Dia-lah yang bershadaqah dengan satu sha' korma lantas diejek oleh orang-orang munafik.

Ka’ab melanjutkan ceritanya, ‘Ketika saya mendengar bahwa beliau bersama pasukan kaum muslimin menuju kota Madinah kembali, saya mulai dihinggapi perasaan gundah. Saya pun mulai berfikir untuk berdusta, saya berkata, ‘Bagaimana saya bisa bersiasat dari kemarahan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam besok?’

Untuk itu, saya minta bantuan saran dari keluarga saya. Setelah ada informasi bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam sudah mulai masuk kota Madinah, hilanglah semua kebatilan yang sebelumnya ingin saya utarakan.

Saya tahu, bahwa tidak mungkin saya bisa bersiasat dari kemarahan beliau dengan berdusta. Ketika Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam telah tiba, dan biasanya bila beliau tiba dari suatu perjalanan, pertama kali beliau masuk ke masjid, lalu shalat dua rakaat, kemudian duduk-duduk menemui orang-orang yang datang.