PLAY PODCASTS
MERAIH PAHALA SEPERTI SYUHADA DI RUMAH ANDA (6 menitan)

MERAIH PAHALA SEPERTI SYUHADA DI RUMAH ANDA (6 menitan)

Radio Muhajir Project · Muhajir Project

August 7, 20206m 10s

Audio is streamed directly from the publisher (anchor.fm) as published in their RSS feed. Play Podcasts does not host this file. Rights-holders can request removal through the copyright & takedown page.

Show Notes

Social distancing dan self isolation yang saat ini dikampanyekan dan diterapkan dengan slogan:

Belajar di rumah, bekerja di rumah, ibadah di rumah. 

Pastinya memiliki konsekuensi yang tidak kecil,

Mulai dari kebosanan, pemasukan banyak orang mengalami penurunan drastis, toko-toko dan restoran sepi, saya sendiri memiliki beberapa teman yang sudah menutup restorannya, belum lagi berbagai macam program kerja ditunda bahkan dibatalkan. 

Dan tidak sedikit yang bukan hanya “bekerja di rumah” tapi memang sudah “dirumahkan”. 


Belum lagi ada banyak acara ditunda dan dibatalkan seperti lamaran yang ditunda dan resepsi pernikahan yang dibatalkan. 


Dan ini baru sebagian akibat dari social distancing atau self isolation khususnya saat kita benar-benar tidak keluar rumah untuk memutus rantai virus covid 19. 


Saudara,

Konsep ini memang berat, dan banyak yang harus dikorbankan sehingga sekilas terlihat merugikan. Tapi sebelum kita terlalu jauh berpikir negatif mari renungkan sebuah sabda Nabi yang “membayar” seluruh kerugian yang kita alami saat kita berada di rumah,

dan membut orang beriman tersenyum dan begitu positif dengan konsep ini. 


.maka tidak ada seorangpun saat terjadinya thoo’uun ia berdiam diri di rumahnya dengan penuh kesabaran dan mengharapkan pahala dari ALLAH (muhtasiban), ia mengetahui (yakin) bahwa tidak ada yang menimpa dia kecuali apa yang ALLAH tetapkan padanya kecuali ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid. HR bukhari 3474, ahmad 26139 dan ini lafazh imam ahmad, shahih dengan syarat imam bukhari. 


Mari kita simak keterangan ulama dari hadits diatas:

Imam ibnu hajar rahimahullah menerangkan bahwa konsekuensi yang tersurat dari hadits ini barangsiapa yang memiliki kondisi/sifat seperti yang disebutkan dalam hadits ini maka ia mendapatkan pahala orang yang mati syahid walaupun ia selamat dan tidak meninggal dunia (dalam wabah tersebut). 

Fathul baarii 10/194. 

Hal ini juga disampaikan imam badruddin ‘aini dalam ‘umdatul qoorii 21/261. 


ALLAHU Akbar

Seperti pahala orang yang mati syahid


Oleh karena itu mari kita penuhi persyaratannya:

1. Berada di rumah, dan tidak keluar karena melarikan diri dari wabah. 

2. Sabar, tidak panik, tidak galau, ia menerima ketetapan ALLAH dan ridha terhadap taqdirnya, serta tidak keluar karena melarikan diri dari rumah atau daerah tersebut (lihat fathul baarii). 

3. Ia Mengharapkan pahala dari ALLAH saat ia berdiam diri di rumah. 

4. Ia yakin bahwa apapun yang terjadi padanya adalah ketetapan dan taqdir dari ALLAH, ia tidak galau dan panik serta tidak menyesali mengapa ia berada di rumah atau daerah itu. 


Saudaraku,

Memang social distancing dengan tetap berada di rumah merugikan banyak orang secara duniawi namun ALLAH ganti dengan yang jauh lebih besar sehingga kerugian duniawi yang dialami seseorang benar-benar terbayarkan. 

Dan memang mendapatkan pahala seperti pahala orang mati syahid tidaklah mudah


Terakhir

Ada Catatan khusus:

Jika ia berniat dan bertekad untuk berada di rumah untuk mendapatkan pahala mati syahid namun ia harus keluar dari rumahnya karena alasan syar’i maka insyallah ia tetap dapat pahala orang yang mati syahid, seperti: pejuang medis, dll. Sebagaimana redaksi hadits di atas dalam riwayat shahih bukhari “di negeri nya” lebih umum dari redaksi “di rumahnya” yang diriwayatkan imam ahmad. (Lihat juga keterangan imam ibnu hajar dalam kitab badzlul maa’uun fi fadhlit thoo’uun hal 187, dan imam munawi dalam kitab faidhul qodir 6/175)


Selamat berjuang meraih pahala syahid, saudaraku.