PLAY PODCASTS
Kajian Wanita 201. "KENALI DUA BENTUK KEDERMAWANAN" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

Kajian Wanita 201. "KENALI DUA BENTUK KEDERMAWANAN" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

Radio Muhajir Project · Muhajir Project

October 16, 202454m 8s

Audio is streamed directly from the publisher (anchor.fm) as published in their RSS feed. Play Podcasts does not host this file. Rights-holders can request removal through the copyright & takedown page.

Show Notes

Bismillah,

201. KENALI DUA BENTUK KEDERMAWANAN Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Keutamaan shadaqah Halaman 91 Batasan dari dermawan adalah memberikan apa yang menjadi kebutuhan pada saat ia dibutuhkan, dan menyampaikannya kepada orang yang berhak sesuai dengan kemampuan. Ini tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian orang yang kurang ilmunya bahwasanya dermawan itu adalah memberikan apa yang ada. Apabila dermawan itu seperti perkataan orang ini, niscaya akan terjadilah pelampauan batas dan mubadzir. Sungguh al-Qur'an datang dengan mencela sifat ini (melampaui batas dan mubadzir), begitu pula dengan Sunnah datang melarang keduanya. Apabila dermawan itu terpuji, maka siapa saja yang berdiri pada batasannya, ia dinamakan orang yang murah hati dan pujian itu wajib baginya. Siapa saja yang kurang dari batasan itu maka ia termasuk bakhil dan celaan itu wajib baginya. Telah diriwayatkan dalam sebuah atsar: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak menjadikan orang bakhil berada di samping-Nya." Kedermawanan itu ada dua macam: Pertama, kedermawananmu terhadap apa yang ada di tangan orang selainmu (tidak minta-minta kepada orang dan inilah yang paling mulia. Kedua, kedermawananmu dengan memberikan apa yang ada padamu. Bisa jadi seseorang termasuk orang yang paling dermawan padahal ia tidak memberikan sedikit pun (dari sesuatu yang dimiliki-nya) kepada orang lain, karena sesungguhnya ia dermawan terhadap apa yang ada di tangan mereka. Inilah makna dari perkataan sebagian mereka, "Kedermawanan ialah engkau bershadaqah dengan hartamu dan menjauhkan diri dari harta orang lain (tidak minta-minta)." Aku (Ibnul Qayyim) telah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, berkata, "Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim `Apakah engkau tahu mengapa Aku menjadikanmu kekasih?' Ibrahim berkata, `Tidak.' Allah berkata, (Karena Aku melihat engkau lebih suka memberi daripada meminta.' Ini adalah satu sifat di antara sifat-sifat Allah, karena sesungguhnya Allah senantiasa memberi dan tidak pernah meminta, memberi makan dan tidak minta diberi makan. Sedangkan Ibrahim adalah orang yang paling baik di antara orang-orang baik, yang paling dermawan di antara orang-orang dermawan, dan orang yang paling dicintai oleh Allah karena ia bersifat seperti sifat-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang dermawan di antara hamba-hamba-Nya, Dia Maha Mengetahui dan mencintai orang-orang yang berilmu pengetahuan (para ulama), Dia Mahakuasa dan mencintai keberanian, dan Dia Mahaindah dan mencintai keindahan." ===

201. KENALI DUA BENTUK KEDERMAWANAN
Simak Kajian Lengkapnya
di Youtube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”