PLAY PODCASTS
Kajian Wanita 152. "BERBAHAGIALAH KALIAN!" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

Kajian Wanita 152. "BERBAHAGIALAH KALIAN!" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

Radio Muhajir Project · Muhajir Project

February 20, 202454m 45s

Audio is streamed directly from the publisher (anchor.fm) as published in their RSS feed. Play Podcasts does not host this file. Rights-holders can request removal through the copyright & takedown page.

Show Notes

Bismillah, 152. BERBAHAGIALAH KALIAN! Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrik Ketika syirik merupakan catatan yang paling agung di sisi Allah di antara tiga catatan tersebut, maka Allah rnengharamkan Surga bagi pelakunya. Tidak akan masuk Surga seorang yang melakukan Surga hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, bertutur kata baik, melaksanakan amanah, menyambung silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua. Siapa saja di antara hamba yang menjadikan kunci yang benar berupa tauhid di dunia ini, kemudian menyusun pada kunci tersebut seperti melaksanakan perintah, maka ia akan datang pada hari Kiamat kelak menuju pintu Surga dan hadir bersamanya kunci Surga itu, yang tidak akan dibuka kecuali dengan kunci itu. Namun siapa yang belum memiliki kunci, maka tidak akan dibukakan baginya pintu Surga. Begitu pula orang yang datang dengan kunci yang tidak memiliki gigi, tidak akan mungkin baginya untuk membuka pintu Surga dengan kunci seperti itu. Adapun gigi-gigi dari kunci tersebut adalah shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kecuali ia mempunyai dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang belum hilang darinya bekas dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan itu di dunia ini dengan taubat dan istighfar, maka sesungguhnya ia dilarang untuk masuk ke dalam Surga sampai ia bersih dari dosa-dosanya. Apabila belum dibersihkan dengan musibah-musibah dan kesulitan-kesulitan yang menimpanya, niscaya ia harus masuk ke dalam neraka terlebih dahulu agar dikeluarkan keburukan yang ada padanya dan bersih dari kotorannya kemudian dikeluarkan dari neraka lalu masuk ke dalam Surga; karena sesungguhnya Surga itu adalah negeri orang-orang baik, tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang baik. Alllah Subhanahu wa Ta’ala berfiirman, ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl: 32) Juga firman Allah Ta'ala وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (QS. Az-Zumar: 73) Allah, menyebutkan kata ath-tha ib (kebaikan/kebahagiaan) persis setelah (kalimat) masuknya (penghuni Surga) ke dalam Surga dengan menggunakan huruf fa' yang menjelaskan bahwa kebaikan itu merupakan sebab masuk ke dalam Surga. Maksudnya, disebabkan oleh kebaikan kalian, maka dikatakan kepada kalian, "Masuklah kalian ke dalam Surga!"