
Radio Muhajir Project
5,053 episodes — Page 19 of 102

Riyaadhush Shaalihiin 1718. "PUJIAN DARI SAKSI-SAKSI ALLAH ﷻ "
Bismillah,1718. 1718. PUJIAN DARI SAKSI-SAKSI ALLAH ﷻ Riyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1717. "APAKAH ALLAH MENCINTAIKU?"
Bismillah,1717. APAKAH ALLAH MENCINTAIKU?Riyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1716. "TANGISAN WANITA HAID"
Bismillah,1716. TANGISAN WANITA HAIDRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahYouTube: / muhammadnuzuldzikri Audio:radio.muhajirproject.com/

13. SENI MELIHAT | Serial Ramadhan
Bismillah,13. SENI MELIHATSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

SAHABAT YANG SHALIH ITU MAHAL
Bismillah,SAHABAT YANG SHALIH ITU MAHALUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari kajian:15 Menit Bersama Para Ulama“Jagalah Persahabatanmu”#MuhammadNuzulDzikriAnimasi

12. PUASA AJARKAN BERFIKIR PANJANG | Serial Ramadhan
Bismillah,12. PUASA AJARKAN BERFIKIR PANJANGSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

11. MAKSIMALKAN POTENSI = BERSYUKUR | Serial Ramadhan
Bismillah,11. MAKSIMALKAN POTENSI = BERSYUKURSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

10. JANGAN CEPAT PUAS | Serial Ramadhan
Bismillah,10. JANGAN CEPAT PUASSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

09. JANGAN MENGKLAIM DIRI INI KUAT & SABAR | Serial Ramadhan
Bismillah,09. JANGAN MENGKLAIM DIRI INI KUAT & SABARSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

08. KEBAHAGIAAN ITU BERJAUHAN DARI FITNAH | Serial Ramadhan
Bismillah,08. KEBAHAGIAAN ITU BERJAUHAN DARI FITNAHSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

07. JANGAN LUPAKAN POLA KEHIDUPAN | Serial Ramadhan
Bismillah,07. JANGAN LUPAKAN POLA KEHIDUPANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

06. HATI-HATI DALAM HIDUP | Serial Ramadhan
Bismillah,06. HATI-HATI DALAM HIDUPSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

05. PERHATIKAN AKHIRNYA | Serial Ramadhan
Bismillah,05. PERHATIKAN AKHIRNYASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

04. KACAMATA KEHIDUPAN | Serial Ramadhan
Bismillah,04. KACAMATA KEHIDUPANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

03. KEJUTAN DALAM HIDUP | Serial Ramadhan
Bismillah,03. KEJUTAN DALAM HIDUPSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

02. KONDISI LAGI SUSAH? INI SOLUSINYA | Serial Ramadhan
Bismillah,02. KONDISI LAGI SUSAH? INI SOLUSINYASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

01. WAKTU ADALAH NIKMAT TERBAIK | Serial Ramadhan
Bismillah,01. WAKTU ADALAH NIKMAT TERBAIKSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri

Riyaadhush Shaalihiin 1715. "SOLUSI BAGI ANAK CUCU YANG BELUM DAPAT HIDAYAH"
Bismillah,1715. SOLUSI BAGI ANAK CUCU YANG BELUM DAPAT HIDAYAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahYouTube: / muhammadnuzuldzikri Audio:radio.muhajirproject.com/

206. KUNCI MERAIH PUNCAK KEIMANAN | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
Bismillah,206. KUNCI MERAIH PUNCAK KEIMANANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.

Kajian Wanita 222. "ALLAH ﷻ TIDAK PERNAH MENDZALIMI HAMBA-NYA" | Kitab Al-Wabilush Shayyib
Bismillah,222. ALLAH ﷻ TIDAK PERNAH MENDZALIMI HAMBA-NYAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.

Kajian Wanita 221. "ALLAH ﷻ TIDAK MENDZALIMI HAMBA-NYA" | Kitab Al-Wabilush Shayyib
Bismillah,221. ALLAH ﷻ TIDAK MENDZALIMI HAMBA-NYAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.

APA UNTUNGNYA PUASA?
Bismillah,APA UNTUNGNYA PUASA?Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Potongan Video dari 101 Ramadhan Special - Episode 1.0“Apa untungnya puasa?”#MuhammadNuzulDzikriAnimasi

SOLUSI SUSAH KHATAM AL-QUR’AN
Bismillah,SOLUSI SUSAH KHATAM AL-QUR’ANUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Potongan Video dari 101 Ramadhan Special - Episode 14.0“Ngga Punya Waktu Baca & Mengkhatamkan Al-Qur’an “#MuhammadNuzulDzikriAnimasi

KOK SULIT BANGET BERIBADAH
Bismillah,KOK SULIT BANGET BERIBADAHUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari 101 Ramadhan Spesial - Episode 24.0“Kok Sulit Banget Beribadah?”#MuhammadNuzulDzikriAnimasi

WALAU HANYA 5 MENIT
Bismillah,WALAU HANYA 5 MENITUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari Kajian Serial Ramadhan“Siapakah Ahli Al-Qur’an Sejati?”#MuhammadNuzulDzikriAnimasi

Riyaadhush Shaalihiin 1714. "SESI TANYA JAWAB"
Bismillah,1714. SESI TANYA JAWABRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaSesi Tanya Jawab

GARA-GARA OTW
Bismillah,GARA-GARA OTWUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video pendek diambil dari Kajian Tematik:“Menanti Dibukanya Pintu-Pintu Surga”

BUKBER DENGAN ‘PACAR’
Bismillah,BUKBER DENGAN ‘PACAR’Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video pendek diambil dari Talkshow 101:“Bukber Sama Pacar”

Riyaadhush Shaalihiin 1713. "JIKA CINTA ALLAH YANG DICARI"
Bismillah,1713. JIKA CINTA ALLAH YANG DICARIRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1712. "ANTARA CINTA ALLAH ﷻ & CINTA MANUSIA"
Bismillah,1712. ANTARA CINTA ALLAH ﷻ & CINTA MANUSIARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1711. "MULAILAH DARI YANG MAHA TINGGI"
Bismillah,1711. MULAILAH DARI YANG MAHA TINGGIRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1710. "JANGAN SALAH DALAM MENGEJAR CINTA"
Bismillah,1710. JANGAN SALAH DALAM MENGEJAR CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1709. "PAHAMILAH ALUR CINTA! "
Bismillah,1709. PAHAMILAH ALUR CINTA!Riyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1708. "KETAATAN MALAIKAT KEPADA ALLAH ﷻ "
Bismillah,1708. KETAATAN MALAIKAT KEPADA ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1707. "DAMPAK BESAR KETIKA DICINTAI ALLAH ﷻ "
Bismillah,1707. DAMPAK BESAR KETIKA DICINTAI ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1706. "TUJUAN HIDUP"
Bismillah,1706. TUJUAN HIDUPRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."

Riyaadhush Shaalihiin 1705. "TIPS AGAR DOA SELALU DIKABULKAN"
Bismillah,1705. TIPS AGAR DOA SELALU DIKABULKANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1704. "EMPAT ANGGOTA TUBUH KRUSIAL YG ALLAH JAGA"
Bismillah,1704. EMPAT ANGGOTA TUBUH KRUSIAL YG ALLAH JAGARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1703. "KETIKA TANGAN DIJAGA ALLAH ﷻ "
Bismillah,1703. KETIKA TANGAN DIJAGA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1702. "APAKAH AKU TERMASUK ORANG YANG LALAI?"
Bismillah,1702. APAKAH AKU TERMASUK ORANG YANG LALAI?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahYouTube: / muhammadnuzuldzikri Audio:radio.muhajirproject.com/

Riyaadhush Shaalihiin 1701. "MELIHAT ISTRI YANG SHALIHAH TERMASUK PENJAGAAN ALLAH?"
Bismillah,1701. MELIHAT ISTRI YANG SHALIHAH TERMASUK PENJAGAAN ALLAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahYouTube: / muhammadnuzuldzikri Audio:radio.muhajirproject.com/

Riyaadhush Shaalihiin 1700. "KEUTAMAAN MELIHAT MUSHAF AL-QUR'AN"
Bismillah,1700. KEUTAMAAN MELIHAT MUSHAF AL-QUR'ANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1699. "HIKMAH BERTEMU ORANG SHALIH"
Bismillah,1699. HIKMAH BERTEMU ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1698. "MATA ADALAH JENDELA HATI"
Bismillah,1698. MATA ADALAH JENDELA HATIRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1697. "LISAN YANG PALING DIJAGA ALLAH"
Bismillah,1697. LISAN YANG PALING DIJAGA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1696. "KETIKA ANGGOTA TUBUH DIJAGA ALLAH"
Bismillah,1696. KETIKA ANGGOTA TUBUH DIJAGA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1695. "SAMPAI KAPAN AKU BERDOA?"
Bismillah,1695. SAMPAI KAPAN AKU BERDOA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahYouTube: / muhammadnuzuldzikri Audio:radio.muhajirproject.com/

Riyaadhush Shaalihiin 1694. "AGAR MAKSIMAL DI 10 HARI AKHIR RAMADHAN"
Bismillah,1694. AGAR MAKSIMAL DI 10 HARI AKHIR RAMADHANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullahYouTube: / muhammadnuzuldzikri Audio:radio.muhajirproject.com/

Riyaadhush Shaalihiin 1693. "CARA MERAIH LEVEL IHSAN"
Bismillah,1693. CARA MERAIH LEVEL IHSANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)

Riyaadhush Shaalihiin 1692. "CARA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH Ta’ala"
Bismillah,1692. CARA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)