
192. BAHAYA RIYA’ & OBATNYA | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
Radio Muhajir Project · Muhajir Project
Audio is streamed directly from the publisher (anchor.fm) as published in their RSS feed. Play Podcasts does not host this file. Rights-holders can request removal through the copyright & takedown page.
Show Notes
Bismillah, 192. BAHAYA RIYA’ & OBATNYA Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu) Karya Ibnul Jama'ah Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 36, penerbit Pustaka Al-Ihsan) Obat dari Riya di antaranya: Ia berfikir bahwa seluruh makhluk tidak mampu memberikan manfaat selama Allah Subhanahu wa Ta’ala belum menakdirkannya demikian pula tidak mampu memberikan mudharat kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika demikian kenapa justru ia menggugurkan amalannya serta merusak agamanya?! Menyibukkan dirinya dengan menampilkan amalannya kepada makhluk yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudharat?! Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui niat orang tersebut dan keburukan hatinya. Sebagaimana dalam hadits Nabi ﷺ مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللهُ بِهِ، وَمَنْ رَاءَى رَاءَى اللهُ بِهِ. Siapa yang suka memperdengarkan amalannya kepada orang lain (karena ingin dipuji), Allah akan memperdengarkan kejelekan niatnya kepada manusia. Dan siapa yang suka memperlihatkan amalannya kepada orang lain (karena ingin dipuji), Allah akan memperlihatkan kejelekan niatnya kepada manusiaPeople menti